Kelebihan Puasa di bulan Rajab.


     Rasulullah bersabda "
إنّ رجب شهراللّه وشعبان شهرى ورمضان شهر أمّتى
    Artinya " Bahwasanya Rajab itu bulan Allah, Sya'ban bulanku dan Ramadhan bulan umatku."
    Ibnu Abbas berkata " Puasa di awal bulan Rajab dapat menghapus dosa ( kafarat ) selama 3 tahun, Di hari kedua menjadi kafarat selama 2 tahun. Di hari ketiga menjadi kafarat selama setahun. Kemudian di setiap hari sesudah itu menjadi kafarat selama sebulan. ( HR : Muhammad Al Khalali dalam kitab Jami' Shaghir ).

     Abu Hurairah berkata " Bahwasanya Nabi SAW di luar bulan Ramadhan tidak berpuasa kecuali bulan Rajab dan sya'ban.
 
     Di sebut dengan Rajab, karena bangsa Arab telah memuliakan dan mengagungkan bulan tersebut, diantaranya merwka membuka pintu Ka'bah untuk umum selama bulan itu, padahal di bulan lain tidak di buka kecuali hari senin dan kamis. Mereka berkata " Bulan ini adalah Bulan Allah dan ini adalah rumah Allah dan bangsa ini adalah hamba Allah, maka tiada larangan bagi hambaNya memasuki Baitullah dalam bulan ini."

  Nabi bersabda " Bahwasanya di dalam surga ada sebuah bengawan Rajab, airnya putih melebihi susu, manis melebihi madu, siapa puasa sehari di bulan Rajab maka Allah pasti akan memberinya minum dari bengawan tersebut. ( A'rajiyah )

    Abu Bakar berkata " Ketika lewat sepertiga malam jum'at bulan rajab, seluruh malaikat langit dan bumi berhimpun di ka'bah, lalu Allah memandang penuh rahmat kepada mereka, FirmanNya " Hai malaikatKu ! Mohonlah apa - apa yang kalian inginkan. " Jawab mereka " Ya Tuhan kami ! Ampunilah orang yang berpuasa pada bulan rajab." FirmanNya " Aku telah mengampuni mereka."  

   Ada seorang wanita di Baitul Muqaddas yang taat beribadah kepada Allah swt.. bila bulan Rajab tiba, ia sambut dengan membaca surat ikhlas 10 x , pakaian kebesarannya dilepas dan ia ganti pakaian biasa. Tiba tiba pada suatu bulan Rajab, ia jatuh sakit dan berpesan kepada anaknya, jika ia meninggal supaya dimakamkan berikut pakaian yang biasa dibuat menyambut bulan Rajab. Ternyata sesudah ia meninggal, anaknya merasa malu kepada umumnya masyarakat bila memenuhi pesan ibunya, maka dibungkuslah mayat ibunya dengan kain kafan yang mahal.

    Dan pada suatu malam ia mimpi bertemu ibunya, kata ibu itu: "Hai anakku, kenapa engkau abaikan pesanku, sungguh aku tidak rela padamu". Alkisah, bangunlah ia, rasa terkejut dan takut meliputi dirinya. Maka pagi harinya, ia menggali makam ibunya, namun mayat tiada, dan cemaslah ia sambil menangis. Di tengah-tengah menangis terdengarlah suara memanggilnya: "Ketahuilah bahwasanya siapa memulyakan bulanku (Rajab), Aku tidak bakal membiarkannya kesepian di dalam kubur" (. Zubdatulwa idhin).


      Dari Tsauban, katanya: "Adalah kami bersama Nabi saw. lewat di suatu kuburan, lalu beliau saw, menangis dan berdo'a: Ketika hal itu kutanyakan, Jawabnya: "Ya Tsauban, mereka yang berada di kubur itu tengah menderita siksa, lalu aku berdo'a, dan Allah meringankan siksa mereka. Kemudian sabdanya "Ya Tsauban, seandainya mereka puasa sehari di bulan Rajab, dan tiada tidur di malamnya, pasti mereka tidak menderita siksaan kubur. Lalu akupun bertanya "Ya Rasul, benarkah berbuat demikian dapat meringankan siksa kubur. Jawabnya: "Ya Tsauban, demi Allah Yang mengutusku menjadi Nabi, tiada seorang muslim pria atau wanita puasa sehari di bulan Rajab dan beribadah di malamnya secara ikhlas karena Allah, kecuali Allah mencatatnya seperti beribadah satu tahun, puasa di siang hari, dan beribadah/shalat di malamnya''. (Zubdatul wa'idhin).


Comments