Nabi Muhammad SAW memuji umatnya yang hidup dengan sifat yang baik dan meninggalkan sifat tercela. Nabi sangat menginginkan umatnya untuk selalu taat dan terus menerus dalam sifat itu. Hingga pada suatu malam di bulan rajab, nabi bangun ketika tengah malam dan pergi ke mesjid untuk melihat sahabatnya, apakah ada yang bangun untuk beribadah kepada Allah.
Ketika Nabi SAW telah dekat dengan mesjid, beliau mendengar suara Abu Bakar yang menangis ketika shalat. Abu Bakar bermaksud mengkhatam Al Qur'an dalam shalat dua rakaat, akan tetapi ketika sampai pada surat At Taubah ayat 11 ia menangis dengan keaedihan yang sangat.
انّ اللّه اشترى من المؤمنين انفسهم واموالهم بأنّ لهم الجنّة
" Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang - orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. " ( At Taubah : 11 )
Di sudut yang lain dari mesjid Nabi SAW mendengar suara 'Ali yang juga menangis. Ia ingin mengkhatamkan Al Qur'an dalam shalatnya. Maka berderailah air matanya Ketika sampai pada ayat :
قل هل يستوى الّذين يعلمون والّذين لا يعلمون انّما يتذكّر اولوا الالباب
Di sudut yang lain, Muaz bin Jabal juga nampak menangis. Ia juga bermaksud mengkhatamkan Al Qur'an di dalam shalat, tapi ia hanya mampu membaca setengah atau sepertiganya. Kemudian ia mengganti dengan surat yang lain, akan tetapi selalu saja ia menangis dalam shalatnya hingga air matanya bercucuran di tikar.
Di bagian lain Bilal juga demikian. Rasulullah pun ikut menangis menyaksikan sahabat - sahabatnya menangis. Kemudian Rasulullah pulang dan merasa gembira hingga Beliau tiba di rumah. Diantara mereka tiada seorang pun yang mengetahui akan kehadiran Rasulullah.
Ketika sampai subuh, mereka shalat berjamaah bersama dengan Rasulullah. Kemudian Nabi bertatap muka dengan para sahabat dan bertanya dengan perasaan yang gembira.
" Wahai Abu Bakar mengapa engkau menangis semalam ketika sampai pada ayat " انّ اللّه اشترى من المؤمنين انفسهم واموالهم بأنّ لهم الجنّة
Abu Bakar menjawab " Bagaimana aku tidak menangis wahai Rasulullah, Alaah telah membeli jiwa para hamba-NYa. Jika hamba itu cacat pastilah tidak akan di beli atau nampak cacat setelah di beli, pastilah akan di kembalikan Jika ternyata aku cacat ketika di beli atau ketahuan cacat setelah di beli, maka tentulah aku akan masuk neraka. Karena itulah saya menangis wahai Rasul SAW ."
Ketika itu, datanglah Jibril as dan berkata " Wahai Muhammad ! Katakan kepada Abu Bakar bahwa jika pembeli tahu akan cacat hamba dan membelinya karena tahu cacat maka ia tidak berhak mengembalikannya. Allah SWT tahu cacat hambaNya sebelum ia menciptakannya, beserta cacatnya maka di beli dan tidak akan di kembalikan juga dengan cacat setwlah di beli.
Nabi sangat gembira mendengar perkataan Jibril as.
Ketika itu, datanglah Jibril as dan berkata " Wahai Muhammad ! Katakan kepada Abu Bakar bahwa jika pembeli tahu akan cacat hamba dan membelinya karena tahu cacat maka ia tidak berhak mengembalikannya. Allah SWT tahu cacat hambaNya sebelum ia menciptakannya, beserta cacatnya maka di beli dan tidak akan di kembalikan juga dengan cacat setwlah di beli.
Nabi sangat gembira mendengar perkataan Jibril as.
Kemudian Nabi bertanya kepada Ali " Apa yang menyebabkan kamu menangis ketika membaca ayat " قل هل يستوى الّذين يعلمون والّذين لا يعلمون "
Ali menjawab " Bagaimana saya tidak menangis mendengar firman Allah itu, sedangkan bapak kita Nabi Adam as adalah manusia yang paling tahu." seperti firman Allah :
وعلّم آدم الأسماء كلّها " Sedangkan kami tidak akan bisa mengetahui seperti Nabi Adam as. Bagaimana kami akan sama."
Berkatalah Jibril as " Wahai Muhammad ! Katakan kepada Ali, Tidaklah sama dengan sangkaanmu. akan tetapi pada hari kiamat tidaklah sama antara orang mukmin dengan orang kafir Orang kafir menyembah berhala dan tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Sedangkan orang mukmin menyembah Allah dan setiap waktu membaca لااله الّا اللّه محمّدرسول اللّه. jika berbuat baik mereka bergembira dan jika berbuat jelek mereka meminta ampun. Jika berpergian mereka mengqasar sembahyang dan mengurungkan puasanya dan itu tidak di haramkan. Tidak sama antara orang kafir dan orang mukmin. Orang kafir tempatnya di neraka sedangkan orang mukmin di surga.
kitab : Mawaidh Al Usfuriyyah....
Ali menjawab " Bagaimana saya tidak menangis mendengar firman Allah itu, sedangkan bapak kita Nabi Adam as adalah manusia yang paling tahu." seperti firman Allah :
وعلّم آدم الأسماء كلّها " Sedangkan kami tidak akan bisa mengetahui seperti Nabi Adam as. Bagaimana kami akan sama."
Berkatalah Jibril as " Wahai Muhammad ! Katakan kepada Ali, Tidaklah sama dengan sangkaanmu. akan tetapi pada hari kiamat tidaklah sama antara orang mukmin dengan orang kafir Orang kafir menyembah berhala dan tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Sedangkan orang mukmin menyembah Allah dan setiap waktu membaca لااله الّا اللّه محمّدرسول اللّه. jika berbuat baik mereka bergembira dan jika berbuat jelek mereka meminta ampun. Jika berpergian mereka mengqasar sembahyang dan mengurungkan puasanya dan itu tidak di haramkan. Tidak sama antara orang kafir dan orang mukmin. Orang kafir tempatnya di neraka sedangkan orang mukmin di surga.
kitab : Mawaidh Al Usfuriyyah....
Comments
Post a Comment