Menurut pendapat yang shahih, sesungguhnya mizan ( timbangan ) itu satu yang dipakai untuk menimbang semua. Adapun kata " Mizan" di jamakkan menjadin " Mawaazin " karena banyaknya amalan yang di timbang. Besarnya timbangan itu seperti lapisan beberapa langit dan bumi. Semua amalan akan di timbang dengan kekuasaan Allah.
Pada hari kiamat, amal seberat biji sawi pun akan di letakkan di atas mizan. Buku - buku kebaikan di rupakan dalam bentuk yang baik dan di letakkan dalam piringan cahaya. Lalu timbangan itu akan menjadi berat dengan sebabnya sesuai dengan ukuran derajat kebaikan di sisi Allah SWT dengan anugrah Allah. Buku - buku kejelekan di rupakan dalam bentuk yang buruk dan di letakkan dalam timbangan kegelapan. Lalu timbangan itu menjadi ringan karenanya, sebagaimana Allah menghendaki dengan keadilanNya.
Di riwayatkan dari Salaman Al Farisiy ra bahwa ia berkata " Pada hari kiamat Mizan akan di letakkan. Seandainya beberapa langit dan bumi di letakkan di dalamnya niscaya dia akan menampungnya. Lalu para malaikat berkata ketika melihatnya " Ya Tuhan kami ! Apakah ini ? " Allah berfirman " Ini adalah mizan yang akan menimbang amalan makhluk yang aku kehendaki." Ketika itu malaikat berkata " Maha Suci Engkau ! Kami tidak dapat beribadah kepada Engkau dengan sebenar - benar ibadah."
Di riwayatkan orang bahwa nabi Daud as pernah memohon kepada Allah agar di perlihatkan mizan kepadanya. Kemudian Allah memperlihatkannya, yang tiap piringan mizan memenuhi perkara yang ada di antara langit dan bumi atau antara Masyrik dan magrib. Setwlah melihatnya, ia pingsan karena ketakutan. Ketika sadar ia berkata " Ya Allah ! Siapakah yang mampu memenuhi piringan mizan itu dengan kebaikan.? " Allah berfirman " Wahai Daud ! Sesungguhnya apabila Aku ridha kepada seorang hambaKu, niscaya Aku yang akan memenuhi piringan itu baginya walau dengan sebiji kurma. Wahai Daud ! Aku memenuhi piringan itu dengan kesaksian bahwa Tiada Tuhan kecuali Allah."
Malaikat Jibril as bertugas menimbang amal - amal pada hari kiamat. Dia memegang tiang sambil melihat petunjuk keseimbangan neraca. Berat timbangan itu seperti beratnya timbangan di dunia, namun menurut suatu riwayat adalah sebaliknya.
Bagi timbangan itu terdapat banyak perkara yang memeberatkan. Di antaranya adalah :
- Ucapan seorang hamba " لااله الّا اللّه " . Rasulullah SAW bersabda " " Seseorang dari umatku akan di panggil di hadapan orang banyak, lalu di serahkan kepadanya sembilan puluh sembilan catatan yang tiap - tiap catatan panjangnya sejauh mata memandang. Kemudian Allah berfirman " Apakah kamu akan mengingkari sesuatu dari catatan ini.? Araukah malaikat pencatat amalmu telah beerbuat zalim kepadamu? ." Dia berkata " Tidak wahai Tuhanku." Allah berfirman " Apakah kamu mempunyai satu alasan atau mempunyai satu kebaikan.?" Dia merasa takut, lalu berkata " Tidak... ya Tuhanku." Lalu Allah berfirman " Ya ! Sesungguhnya di sisiKu ada suatu kebaikan bagimu dan sesungguhnya pada hari ini adalah hari tiada zalim. " Maka di keluarkanlah baginya sebuah kartu ( keterangan ) yang di dalamnya terdapat ucapan " اشهد ان لا اله الّا اللّه واشهد انّ محمّد رسول اللّه ( Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang patut di sembah dengan sebenar kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah rasul Allah.)" Lalu ia berkata " Ya Tuhanku ! Apakah arti kartu ini jika di bandingkan dengan catatan itu." Allah berfirman " Sesungguhnya kamu tidak akan di dhalimi." Kemudian catatan itu di letakkan dalam piringan mizan dan kartu itu juga di letakkan dalam piringan mizan yang lain. catatan itu menjadi ringan dan kartu itu menjadi berat. Tidak ada sesuatu yang berat jika di bandingkan dengan nama Allah."
- Akhlak yang baik . Rasulullah bersabda : ما من شئ يوضع فى الميزان يوم القيامة اثقل من الخلق الحسن " Tidak ada sesuatu yang di letakkan dalam timbangan pada hari kiamat yang lebih berat dari pada akhlak tang baik."
- Memenuhi kebutuhan orang muslim. Nabi SAW telah bersabda : من قضى لأخيه المسلم حاجة كنت واقفا عند ميزانه فان رجح والّا شفعت له " Barang siapa yang memenuhi kebutuhan bagi saudaranya yang muslim, niscaya aku akan berdiri di sisi timbangannya. jika berat... jika tidak maka aku akan mesyafaatinya."
- Membaca al qur'an, mengajarkan kebaikan kepada manusia, tinta para ulama, mengantarkan jenazah, orang yang di tinggal mati anak kandngnya, lalu ia merelakannya karwna Allah, membaca shalawat kepda nabi SAW, memperbanyak istiqfar, membaca tasbih, thmid, tahlil, takbir, sedekah, meringankan pekerjaan pelayan , berkurban, mengenggam dan melemparkan tanah kedalam kuburan seorang muslim ketika di kubur.
Comments
Post a Comment