Kisah 'Atha Ibnu Wasi




 'Atha Ibnu Wasi telah berkata " Pada suatu kali, hatiku keras dan aku ingin melembutkannya. Lalu aku bertafakkur mengenai kerajaan langit dan bumi, mengenai maut dan apa - apa yang ada padanya, mengenai ketakutan pada hari kiamat, kebangkitan, di sebarkan buku - buku amal, Shirath, timbangan, hisab dan haru hara pada hari kiamat.  Maka, merasa beratlah urusan itu kepadaku dan bertambahlah kesedihanku, ketakutanku, tangisku dan ratapanku.
     Kemudian aku merenungi amalanku, namun aku tidak menemukan suatu amalan yang pantas untuk menyelamatkan diriku dari hal itu. Aku menangis dan bertambahlah kesedihanku, ratapanku dan ketakutanku.
     Ada yang mengatakan, lalu Atha membuat kuburan di rumahnya untuk dirinya  dan dia sendirinya yang menggali lubangnya.  Jika lalai dari ibadah dan memerangi nafsunya, dia turun kedalam kuburan itu dan memasukkan mukanya ke tanah. Dia berbaring sambil menangisi dirinya sendiri. Dia mengingat akan sendirian di dalam kubur, asingnya kubur dan sempitnya kubur baginya.
      Di samping itu, dia mengingat amalnya yang sedikit, kelemahannya dan kelalaiannya. Dia mengingat pula bahwa sesungguhnya dia akan di perlihatkan, dihisab dan amal - amalnya akan di timbang.
    Ia membaca suatu ayat
ونضع الموازين القسط ليوم القيامة فلا تظلم نفس شيئا وان كان مثقال حبّة من خردل اتينابها وكفى بنا حاسبين
" Kami akan memasang timbangan pada hari kiamat, maka tiadalah di rugikan seseorang barang sedikitpun. Jika amalan itu hanya seberat biji sawi pun, pasti kami akan mendatangkan pahalanya. Dan cukuplah kami menjadi orang - orang yang membuat perhitungan." ( QS :  Al Anbiya : 47 )
 
      Kemudian Atha mengatakan  " Ya Tuhanku ! Kembalikalah aku. Mudah - mudahan aku melakukan amal saleh terhadap apa - apa yang telah aku tinggalkan." Dia mengatakannya berulangkali pada dirinya sendiri.  lalu ia berkata " Aku telah mengembalikanmu, maka beramallah kamu!."
      Hal seperti ini adalah pekerjaannya secara rutin. Kemudian, para suatu hari dia keluar ke kuburan. Lalu ia melihat di atas sebuah kuburan ada beberapa bait :
 يأيهاالنّاس كان لى امل # قصربى عن بلوغه الأجل
فليتّق اللّه ربّه رجل  # امكنه فى حياته العمل
ها انا وحدى نقلت حيث  #  كلّ الى مثله سينتقل

" Wahai manusia ! Aku pernah mempunyai angan - angan
   Namun ajalku pendek tidak sampai kepadanya.
   Maka seseorang harus bertaqwa kepada Tuhannya
    Karena ketika masih hidup dia dapat beramal
  Ingatlah ! Aku ini menyendiri, aku telah di pindahkan kesuatu tempat dimana kamu melihatnya
   Semua orang akan di pindahkan ke tempat seperti ini."
   Maka 'Atha menangis, menampakkan kecintaan dan  berjanji kepada Allah bahwa ia tidak akan kembali kerumahnya. Dia keluar dalam keadaan bingung sehingga meninggal dunia.

   Ada seseorang berkata " Pada suatu ketika, aku sedang berjalan dalam sebuah perjalanan. Aku terkejut mendengar suara seseorang menyeru, namun aku tidak melihat orangnya. Dia mengatakan " Wahai hamba - hamba Allah ! Sesungguhnya surga itu murah, maka belilah olehmudan sesungguhnya Allah Maha Pemurah maka menghadaplah olehmu kepada - Nya."
     Kemudian akupun  menoleh ke kanan dan ke kiri namun tetap tidak melihat seorang pun . Tiba - tiba dia membacakan beberapa beit syair :

     عجبت من عاقل لبيب  # يذهب بالفانيات عمره
ويبذل المال فى متاع   # يفنى ويبقى عليه حسره
بسن يديه الغداة نار  # ما يتقيها بشقّ تمره
 " Aku merasa heran  kepada orang yang yang berakal
   Namun ia menghabiskan umurnya dengan hal - hal yang kan rusak
   Dia mengeluarkan harta bendanya untuk perkara dunia yang akan rusak
   Ketiak ia telah berda di hari kiamat, dia akan terus menerus berada dalam penyesalan
   Karena ia tidak menjaga dirinya dari neraka dengan sebelah biji kurmapun."

   Wahai saudaraku, hadapkanlah hatimu kepada Allah dan diamlah kamu disisiNya dalam keadaan tunduk dan khusyuk. Ulurkanlah jari - jari harapan kamu ke pintu Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penyayang dan ucapkanlah :
   سبحان اللّه العظيم وبحمده سبحان اللّه العظيم ..

  Al Majalisus Saniyah..

Comments