Keutamaan mengekalkan wudhuk




       Di kisahkan bahwa ketika malaikat mengatakan " Apakah Engkau akan menjadikan di muka bumi itu orang - orang yang hanya akan berbuat kerusakan saja padanya.?"  Maka Allah menjadi murka. Allah membinasakan sebagian dari merwka dan mengampuni sebagian yang lain yang diantaranya adalah Mungkar dan Nakir. Dan Allah menyuruh mereka agar berwudhuk di mata air yang berada di bawah Arsy. Kemudian Jibril mengimami mereka shalat dua rakaat. inilah asal usul shalat berjamaah dan wudhuk.

        Utsman bin Affan berkata: "Saya mendengar Rasulullah bersabda, yang artinya: Tidaklah seseorang hamba menyempurnakan waudhuknya melainkan Allah akan  mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu maupun yang akan datang". (Diriwayatkan oleh Albazzar dengan sanad hasan)
       Dan Nabi bersabda, yang artinya: Tidaklah seseorang muslim yang berkumur  - kumur mulutnya kecuali diampuni Allah setiap dosa yang dilakukannya dengan lisannya pada hari itu. Dan tidaklah ia membasuh kedua tangannya, kecuali diampunilah setiap dosa yang dilakukannya dengan kedua tangannya pada hari itu. Dan tidaklah ia mengusap kepalanya, kecuali ia menjadi seperti hari ketika ia baru dilahirkan oleh ibunya". (Diriwayatkan oleh Attabrani)
      Dan sabda Nabi yang artinya: Jika seseorang muslim berwuduk, maka keluarlah dosa-dosanya dari pendengarannya, penglihatannya kedua tangannya dan kedua kakinya. Dan apabila ia duduk, maka ia duduk dalam keadaan sudah diampuni."  (Diriwayatkan oleh Imam
Ahmad dan Attabrani)

   Di sunnahkan menjaga wudhuk berdasarkan sebuah riwayat dalamkhabar, bahwa Allah berfirman, yang artinya: Barangsiapa berhadas dan ia tidak berteudu, maka ia telah berpaling dari Ku. Barang siapa berhadas lalu ia berwuduk, namun tidak salat, maka ia telah berpaling dari Ku. Barangsiapa berhadas, lalu ia berwudu dan salat, namun tidak berdoa, maka ia telah berpaling dari Ku. Dan barangsiapa berhadas, lalu ia berwuduk, salat dan berdoa kepada-ku, tetapi Aku tiada mengabulkannya, maka Aku telah berpaling darinya, sedangkan Aku bukan Tuhan yang suka berpaling dari hamba-Nya.

         Diceritakan bahwa Umar bin Khattab mengutus seorang utusan negeri Syam (Syria). Orang itu melewati rumah seorang rahib. Lalu mengetuk rumah itu. Setelah beberapa saat menunggu, pintu pun dibuka oleh sang rahib.  Ketika utusan itu menanyakan hal itu, si rahib menjawab " Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Musa As, jika engkau takut kepada seorang penguasa maka berwudhuklah dan suruh pula keluargamu berwudhuk. Karena barang siapa yang berwudhuk maka dia akan selamat dari apa yang dia takuti itu. Saya sengaja tidak segera membukakan pintu buatmu, sampai kami semua berwudu lebih dahulu."


Di dalam kitab Thabaqat Ibni Subki disebutkan:

"Allah 3 berfirman kepada Nabi Musa " Wahai Musa ! Berwudhukah, karena jika engkau ditimpa oleh sesuatu sedang engkau tidak ada wudhuk, maka jangan engkau salahkan kecuali dirimu sendiri
Dan Nabi SAW  bersabda kepada sahabat Anas " Hai Anas ! kalau kau mampu berada dalam keadaan berwudhuk maka lakukanlah. Karena jika malaikat maut mencabut roh seorang hamba, sedangkan ia dalam keadaan berwudhuk maka di catat baginya mati syahid.

    Semoga Allah memberi kita taufiq dan hidayahnya.. aaamiiin...

Comments