Keadaaan manusia ketika melewati shirath



   Di riwayatkan dari Anas bin Malik ra bahwa Rasulullah SAW bersabda
" Timbangan - timbangan pada hari kiamat akan di tegakkan. Kemudian di datangkan ahli shalat, maka di berikan pahala - pahala mereka memenuhi timbangan tersebut  Di datangkan ahli puasa, di berikan pahala mereka memenuhi timbangan itu. Di datangkan ahli haji, maka pahala mereka memenuhi timbangan itu. Di datangkan ahli bencana ( musibah ), maka bagi mereka tidak di pasangkan timbangan, tidak di sebarkan buku catatan dan di limpahkan bagi mereka pahala tanpa batas, sehingga ahli 'afiat ( orang yang di beri kesehatan dan keselamatan dari bencana ) sewaktu di dunia berharap, sekiranya dulu jasad mereka di gunting, maka mereka akan mau karena melihat pahala yang istimewa bagi ahli bencana yaitu keutamaan pahala mereka."
 
 Hal ini sebagaimana firman Allah :
إنّما يوفّى الصابرون اجرهم بغير حساب
" Sesungguhnya hanya orang - orang yang bersabarlah yang di cukupkan pahala mereka tanpa batas " ( Q S Az Zumar : 10 )

     Apabila telah di ucapkan pertanyaan, timbangan - timbangan telah di pasangkan, buku telah di sebarkan, maka di letakkan jembatan ( shirath ) di atas punggung neraka jahannam, jembatan itu lebih tajam dari pedang dan lebih kecil dari pada selembar rambut. Manusia di perintahkan untuk melewatinya. Yang pertama melewatinya adalah Nabi Muhammad SAW. Mereka yang pertama kali lewat seperti kilat, kemudian seperti angin, kemudian seperti burung, kemudian seperti kuda, kemudian dalam keadaan berlari, kemudian dalam keadaan berjalan kaki, sebagian ada yang merangkak dan sebagian ada yang di seret.
   Dia antara mereka ada yang selamat, ada yang tergelincir kedalam neraka jahanam, ada yang di sambar oleh anjing - anjing neraka, kemudian anjing itu menjungkir mereka kedalam neraka.  Kemudian terdengarlah keganduhan yang besar dan teriakan yang sangat keras dari orang - orang yang jatuh kedalam neraka. Sedangkan para malaikat dan nabi mengatakan " Selamatkanlah , Selamatkanlah ". Tidak ada yang berbicara kecuali para rasul.
    Seorang penyair telah mengatakan hal ini
       " Apabila jembatan telah di bentangkan di atas jahanam, dia menyergap orang - orang yang maksiat dan mengatasinya. Maka satu kaum berada di jahiim ( neraka ) bagi mereka kerusakan. Dan satu kaum berada di surga, bagi mereka tempat istirahat. Jelaslah haq ( kebenaran ) dan terbukalah penghalang. panjanglah kecelakaan dan berkelanjutanlah ratapan." 
   
  Apabila telah jatuh orang - orang yang mesti di siksa dalam neraka dan orang - orang yang beruntung telah selamat melewati jembatan, mereka sampai di telaga Rasulullah dalam keadaan haus karena telah melihat ketakutan - ketakutan.
     Kemudian orang yang beriman pergi ke surga. Yang pertama masuk adalah Rasulullah SAW, lalu para nabi as, kemudian orang yang tiada hisban dari umat melalui pintu " Babul Aiman " . 
     Seorang ahli hukama' berkata " Apabila ahli surga telah di hantarkan ke surga, Allah SWT berfirman  " Wahai Ridwan ! Janganlah kamu menempatkan mereka di surga dan  janganlah kamu membiarkan mereka menepatkan diri mereka sendiri. Apabila mereka menempatkan diri sendiri, niscaya mereka seperti orang asing. Dan apabila kamu menempatkan diri mereka niscaya mereka akan seperti hamba sahaya. Biarkanlah mereka, karena Aku akan menempatkan mereka dalam suatu tempat yang akan Kutetapkan mereka di sana seperti di tempatkannya para penguasa, agar mereka mengetahui bahwa mereka memuliakan Aku."

     Apabila mereka telah datang dari pontu surga, para malaikat mberi salam kepada mereka sebagaimana firman Allah 
سلام عليكم طبتم فادخلوها خالدين 
" Kesejahteraan dilimpahkan atas kamu. Bahagialah kamu ! Masuklah surga ini hal keadaan kamu kekal di dalamnya." ( Q S  Az Zumar 73 ) 
     Dalam sebuah hadits di sebutkan 
  " Seaungguhnya Ahli surga seauai dengan perawakan nabi Adam as yaitu eman puluh hasta, sesuai dengan umur nabi Isa as tiga puluh tiga tahun, sesuia dengan gagahnya nabi yusuf as, sesuai dengan bagusnya suara nabi Daud as dan sesuai dengan akhlak nabi Muhammad SAW dan wa'alaihim ajmain. " 

Comments