Di riwayatkan dari Abu Bakar Shiddiq ra, bahwa Rasulullah bersabda :
اعطيت سبعين الفا من امّتي يدخلون الجنّة بغير حساب وجوههم كالقمر ليلة البدر وقلوبهم على قلب رجل واحد فاستزدت ربّى عزّوجلّ فزادنى مع كلّ واحد سبعين الفا
" Aku di beri tujuh puluh ribu dari umatku. Mereka masuk ke surga tanpa hisab, wajah mereka seperti bulan purnama dan hati mereka berada di atas hati seseorang ( hati mereka sama ). Maka aku memohon kepada Tuhanku Azza wa Jalla agar mereka di tambah, lalu Allah SWT menambahkannya yaitu beserta tiap - tiap seorang dari mereka di ikuti tujuh puluh ribu orang lainnya."
Abu Bakar berkata " Maka aku melihat bahwa sesungguhnya hal itu akan di dapatkan oleh penduduk suatu kampung ( daerah ) dan penduduk pelosok dusun."
Diaantara orang yang beriman, ada yang di hisab denga ringan. Allah menutupinya dari segala makhluk. Allah berfirman kepadanya dan menetapkan dosa - dosanya " Aku telah menutupi di dunia dan mengampunimu pada hari ini." Diantara orang yang bermaksiat, ada yang di hisab dengan berat, hingga ia harus di siksa. Lalu ada yang di beri izin oleh Allah untuk mensyafa'atinya yaitu para nabi dan para wali. Nabi SAW bersabda :
لأشفعنّ يوم القيامة لأكثر ممّا فى الأرض من حجر وشجر
" Sesungguhnya aku akan mensyafa'ati pada hari kiamat kepada orang - orang yang bilangannya lebih banyak daripada batu dan pohon yang ada di bumi."
Di riwayatkan bahwa diantara orang yang beriman ada orang yang memberi syafa'at kepada seorang, dua orang atau satu suku sesuai dengan derajat mereka. Dan diantara orang maksiat ada orang yang tidak bisa di syafa'ati oleh seorang pun, kemudian ia di masukkan kedalam neraka.
Sesungguhnya Nabi SAW bersabda "
لاتزول قدما عبد يوم القيامة حتّى يسأل عن اربع عن عمره في ما افناه وعن شبابه فى ماابلاه وعن علمه ماذا عمل فيه وعن ماله من اين اكتسبه وفيم انفقه
" Pada hari kiamat kedua tapak kaki seorang hamba tidak akan bergeser hingga ia di tanya tentang empat perkara, yaitu tentang umurnya, dalam perkara apakah ia menghabiskannya. San tentang mudanya, dalam perkara apa dia menghabiskan masa mudanya. Dan tentang ilmunya, apakah ia mengamalkannya. Dan tentang hartanya, dari mana ia memperolehnya dan kemana ia menafakahkannya."
Allah SWT mengetahui semua amal hambaNya, Namun Ia menampakakan keadilan dan mendirikan hujjah. Dia menegakkan mizan untuk menimbang segala amalan. Dan di datangkanlah buku - buku hamba yang di tulis oleh malaikat. Kemudian Allah membuat dalam buku itu berat dan ringan sesuai dengan nilai amal perbuatannya. Setiap hamba di beri satu buku yang di dalamnya terdapat semua amalannya. Yang mengambil buku tersebut dengan tangan kanan, maka ia termasuk orang yang bahagia dan yang mengambil buku dengan tangan kiri termasuk kedalam orang yang celaka.
Kemudian, orang yang dianiaya bergantung kepada orang yang menganiaya. Orang yang teraniaya berkata " Dia telah membunuhku" atau " dia telah memukulku " atau " Dia telah mencaci makiku " atau " Dia telah mengupatku " atau " Dia telah menghinaku " atau " Dia telah mengambil hartaku " atau " Dia telah menipuku dalam jual beli " atau " Dia telah mengurangi timbanganku " atau " Dia telah menjadi saksi palsu yang dapat memberatkan aku" atau " Dia telah memandangiku dengan pandangan sombong ".
Maka, kebaikan - kebaikan orang yang menganiaya di bagi bagikan kepada orang yang di aniaya olehnya. Apabila tiada tersisa suatu kebaikanpun padanya, maka kejelekan orang yang teraniaya aka di timpakan kepada yang dhalim tersebut, sehingga terpenuhilah hak tiap tiap orang yang mempunyai hak.
Sesungguhnya ada orang yang akan datang dengan membawa banyak kebaikan, lalu orang yang dianiaya datang mengambil hak darinya dan kejelekan orang yang teraniaya di timpakan kepadanya. Ia berkata " Apakah ini.?" Maka di katakan kepadanya " Ini adalah kejelekan orang yang telah kamu zalimi di dalam dunia dulu."
Di riwayatkan dari Abu Hurairah :
Pada suatu hari Rasulullah SAW sesang duduk. Tiba - tiba aku melihat beliau tersenyum hingga tampaklah gigi serinya. Lalu Beliau di tanya " Wahai Rasulullah! Mengapa Engkau tersenyum.?" Beliau SAW bersabda " Ada dua orang dari umatku sedang berlutut di hadapan Allah SWT, lalu salah seorang darinya berkata " Ya Tuhanku ! Berilah hakku dari saudaraku ini yang telah menzalimi aku."
Kemudian Allah SWT berfirman kepada orang yang berbuat zalim itu " Berikanlah hakmu kepada saudaramu yang telah kau zalimi." Orang yang zalim berkata " Ya Tuhanku ! Tidak tirsisa sedikitpun kebaikan - kebaikanku." Maka orang yang terzalimi berkata " Ya Tuhanku ! bebankanlah dosa - dosaku kepadanya. " Rasulullah mengatakan demikaian sambil bercucuran air matanya. Kemudian Beliau bersabda lagi " Sesungguhnya hari itu adalah hari yang berat. Semua manusia menginginkan agar dosa - dosanya di pikulkan kepada orang lain."
Kemudian Allab berfirman kepada orang yang menuntut haknya " Angkatlah pandanganmu , lihatlah taman - taman surga. Lalu ia pun mengangkat pandangannya, maka ia melihat apa - apa yang mengagumkan yaitu kebaikan dan kenikmatan. Ia berkata " Untuk siapakah ? wahai Tuhanku." Allah berfirman " Untuk orang yang telah memberikan harganya kepadaKu." Dia berkata " Siapakah orang itu ?" Allah berfirman " Kamu " Dia berkata " Dengan cara apakah ?" Allah berfirman " Dengan cara memaafkan saudaramu yang telah menzalimi kamu." Dia berkata " Ya Allah ! Sesungguhmya aku telah mema'afkannya." Allah berfirman " Peganglah tangan saudaramu dan masuklah kalian berdua kedalam surga."
Kemudian Rasulullah SAW bersabda " Maka bertaqwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan diantara sesamamu karena sesungguhnya Allah akan memperbaiki diantara orang - orang yang beriman pada hari kiamat."
kitab Al Majalisus Saniayah...

Comments
Post a Comment