Kisah Dzunnun Al Misri




   Dzunnun al misri bercerita :
     Suatu hari aku melewati sebuah kebun yang hijau. Di .sana aku melihat seorang pemuda sedang menunaikkan shalat di bawah pohon apel dan aku tidak mengetahui kalau dia sedang shalat. Kemudian aku memberikan salam kepadanya, akan tetapi i tidak menjawabnya. Lalu aku pun memberi salam sekali lagi, ia tetap saja diam dan segera menyelesaikan shalatnya. Sesedah itu ia menulis sesuatu dengan jarinya sendiri yang berisi " Mencegh dari ucapan karena hal itu adalah penyebab malapetaka bahkan memunculkan dampak yang buruk. Oleh karena itu, jika engkau berbicara, maka jadilah sebagai orang yang selalu mengingat-NYA. Jangan lupakan Dia dan pujilah DIA dalam setiap keadaan."
       Ketika membacanya, aku menulis dengan tangan dia atas tanah, " Tidak ada seorang penulis pin kecuali akan di coba. Dan Bencana akan selalu ada selama tangannya masih menulis. Maka janganlah menulis apa - apa kecuali sesuatu yang dapat yang dapat memudahkanmu di hari kiamat nanti untuk melihatNYA."
    Ketika ia membacanya, ia beteriak dengan suara yang keras dan meninggal dunia. Pada saat aku hendakk mempersiapkan penguburannya, tiba - tiba ada yang berseru " tidak ada seorang pun yang boleh mengurusinya kecuali para malaikat."  Kemudian aku menyingkir di bawah pohon dan shalat di sana beberapa raka'at. Selesai shalat aku melihat ke arah orang meninggal tadi, akan tetapi aku tiada menemukan bekasnya dan tidak tahu khabarnya. Maha Suci Allah Yang Maha Pengasih terhadap hamba - hambaNYA yang ia kehendaki.
 
  Dalam kisah yang lain
     Suatu  aku pergi ke sungai Nil untuk mencuci baju. Ketika sedang berdiri tiba - tiba seekor kalajengking berjalan kearahku. Aku sangat terkejut dengan kemunculannya dan memohon perlindungan kepada Allah agar menjagaku darinya.
     Kemudian binatang itu berjalan sampai di ketepi sungai dan tiba - tiba dari dalam air sungai muncullah seekor katak yang culup besar. lalu kalajengking itu naik ke atas punghung katak dan berenang bersamanya. sedangkan aku mengikutinya dari belakang sampai mereka berhenti di salah satu tepi sungai.
     Kalajengkin itupun berjalan menuju sebuah pohon besar yang rindang. Di bawah pohon itu ada seorang laki - laki yang tertidur dalam keadaan mabuk.  Aku berkata dalam hati " لاحول ولا قوة الّا باللّه العلي العظيم "  Kemudian kalajengking itu datang dari arah yang lain hendak menyengatnya. Dalam hati aku berkata" Jika kalajengking itu mendekati laki - laki itu, aku akan membunuhnya."  Lalu aku mendekati kalajengking itu, tiba - tiba datanglah seekor ular yang hendak membunuh pemuda itu. Kemudian kalajengking itu menyengat ular sampai mati. Lalu ia kembali kesungai dan di sana sudah ada katak yang menunggu. Mereka pergi sebagaimana semula. Aku pun mengikutinya dari dari belakang dan melihat kalajengking itu kembali ketempat semula.
    Aku kembali kepada laki - laki tadi dan membacakan beberapa bait syair :
    " Wahai manusia yang tertidur dan Allah SWT Yang Maha Agung menjaganya dari setiap keburukan yang terdapat di dalam kegelapan - kegelapan .
   Bagaimana mata bisa tertutup dari Allah SWT Yang Maha Mengusai dan menjadi sumber segala faidah kenikmatan yang kau peroleh. " 
   
Kemudian ia terjaga karena mendengar ucapanku, lalu aku menceritakan kepadanya tentang peristiwa yang baru saja terjadi. Setelah itu, ia bertobat kemudian meninggalkan pakaian kemewahannya dan menggenakan pakaian pengembara hingga akhir hayatnya.
     Semoga Allah menyayanginya....

Comments