Sudah datang ! Bulan Rabiul Anwar, Bulan berkah yang bermula dari sana Cahaya kenabian dan tampak kepada semesta. Ini adalah bulan Rabiul Awal yang Allah Swt. mulyakan dengan diutusnya di sana seorang Nabi pilihan , seorang Nabi tercinta Saw. Dan hendaknya kita merayakan kelahiran Nabi Saw. dengan ucapan dan perbuatan, dengan suka cita, khidmat, perasaan dan jiwa. Kita harus merangsang diri kita dengan kedatangan Nabi kepada alam semesta dengan pengertian ini. Sehingga menjadikan kita menyampaikan dari padanya walau satu ayat, sebagaimana kita diperintah, "Sampaikan daripadaku walau satu ayat".
Pengertian ini yang menjadikan kita bergembira dengan peraturan yang telah ditentukan kepada kita, menjalankan perintah-perintah yang telah diperintahkan kepada kita, menjadi berhenti dari apa-apa yang telah dilarang oleh Rasulullah Saw. kepada kita, sebagaimana Kegembiraan kita ketika menyambut kedatangannya.
Jadikanlah Bulan ini sebagai langkah awal kebaikan dalam hidupmu, Firman-nya, "Dan Lakukan kebaikan agar kamu beruntung". Hiduplah di bulan cahaya dengan cahaya yang telah di utus Allah untuk alam semesta.
Bulan Râbi' al-Anwâr (seminya cahaya) tengah meneduhi kita, dialah awal musim semi,sebutan "al-Anwâr" yang tersemat padanya lantaran pada bulan itu lahirlah Nabi pilihan dan baginda tersayang SAW.
Binar cahayanya terpancar terang di bulan agung ini, menyinari setiap yang di barat sampai sudut timur dunia, bahkan seluruh semesta, cahanya tidak akan redup hingga kiamat..
" ولد الهدى فالكائنات ضياء # وفم الزمان تبسم وثناء "
Sang hidayah telah lahir lalu semestapun berbinar # sementara bibir zaman tersenyum dan memujinya.
Maka di bulan mulya ini sepatutnya kita menjadikan Râbi'al-Anwâr bulan meneladani Rasulullah SAW, menjadikannya pelita bagi kita, dan menapaki jejaknya serta merenungi risalah (Al-Qur'an) yang beliau bawa untuk kita.
Sholawat dan salam Allah serta aliran berkah untuk Sayyidinâ (baginda kami) Muhammad beserta keluarganya bak hembusan angin semilir yang menerpa semak belukar di musim panas.
Sayidah Aminah berkata, “Ketika aku mengandung “Kekasihku” Muhammad SAW., di awal masa kehamilanku, yaitu bulan Rajab.
Suatu malam, ketika aku dalam kenikmatan tidur, tiba tiba masuk seorang laki-laki yang sangat elok parasnya, wangi aromanya, dan tampak sekali pancaran cahayanya.
Dia berkata, “Marhaban bika Ya Muhammad (Selamat datang untukmu Wahai Muhammad)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab “Aku Adam, ayah sekalian manusia”
“Apa yang engkau inginkan?”
“Aku ingin membawa kabar gembira. Bahagialah engkau wahai Aminah, engkau sedang mengandung “Saidil Basyar” (Pemimpin Manusia)”
Pada bulan kedua datang seorang laki-laki, seraya berkata, “Assalamu’alaika Ya Rasulallah (Salam untukmu wahai utusan Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Tsits”
“Apa yang engkau inginkan”
“Aku ingin menggembirakanmu, bergembiralah wahai Aminah, engkau sedang mengandung “Shohibut Ta’wil wal Hadits” (Pemilik Ta’wil dan Hadits)”
Pada bulan ketiga datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Nabiyallah (Salam untukmu wahai Nabi Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Idris”
“Apa yang engkau inginkan”
“Gembiralah engkau Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyir Ro-iis” (Nabi Pemimpin)”.
Pada bulan keempat datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Habiballah (Salam untukmu wahai Kekasih Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Nuh”
“Apa yang engkau inginkan”
“Bahagialah wahai Aminah, engkau sedang mengandung “Shohibun Nashri wal Futuh” (Pemilik Pertolongan dan Kemenangan)”.
Pada bulan kelima datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya shafwatallah (Salam untukmu wahai Sahabat Karib Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Hud”
“Apa yang engkau inginkan”
“Bergembiralah wahai ibu Aminah, engkau sedang mengandung “Shohibusy Syafa’ah fil yawmil Masyhud” (Pemilik Syafaat di Hari persaksian/ Hari kiamat)”.
Pada bulan keenam datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Rohmatallah (Salam untukmu wahai kasih sayang Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Ibrohim AlKholil”
“Apa yang engkau inginkan”
“Bahagialah engkau Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyil Jalil” (Nabi yang Agung)”.
Pada bulan ketujuh datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya manikhtaarohullah” (Salam untukmu wahai orang yang telah dipilih Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Isma’il Adz-Dzabih (Yang disembelih)”
“Apa yang engkau inginkan”
“Gembiralah Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyil Malih” (Nabi yang Elok)”.
Pada bulan kedelapan datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Khirotallah” (Salam untukmu wahai pilihan Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Musa putra Imran”
“Apa yang engkau inginkan”
“Kabar gembira Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Man Yunzalu ‘alaihil Qur’an” (Orang yang akan diuturunkan padanya Al-Qur’an)”.
Pada bulan kesembilan, yakni bulan Robi’ul Awwal, datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Rosulallah” (Salam untukmu wahai utusan Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Isa putra Maryam”
“Apa yang engkau inginkan”
“Gembiralah engkau Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyil Mukarrom wa rosulil mu’adhom” (Nabi yang dimuliakan dan Rasul yang diagungkan)
Comments
Post a Comment