Penjelasan ikhlas dan benteng amalan ..




Sebagian orang bijak mengatakan bahwa amal perbuatan itu memerlukan empat hal yaitu :

  •  Mempunyai ilmu sebelum memulai Amalan, karena amal perbuatan itu tidak akan benar dan sempurna kecuali di landasi dengan ilmu. Amal perbuatan tanpa ilmu itu akan lebih banyak salahnya dari pada benar.
  • Niat pada saat mengerjakan suatu amalan, karena suatu amal tidak akan sah kecuali dengan niat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW                                                                 انّما الأعمال بالنّيات وانّما لكلّ امرئ ما نوى                                                                                                 " Sesungguhnya amal - amal perbuatan itu tergantung dengan niatnya dan seseorang akan mendapatkannya sesuai dengan apa yang ia niatkan ". Oleh karena itu, seseorang harus berniat sewaktu memulai suatu amalan supaya amalannya sah.
  • Sabar sewaktu mengerjakan amal perbuatan, sehingga ia bisa mengerjakannya dengan tenang. 
  • Ikhlas sewaktu mengerjakan amalan perbuatan, karena amal yang tidak ikhlas itu tidak akan di balas oleh Allah. Hanya amalan yang ikhlas yang akan di balas oleh Allah. 
       Di riwayatkan dari Syaqiq bin Ibrahim Az Zahid bahwa ia berkata " Benteng amal itu ada tiga yaitu :
  1.  Hendaknya seseorang berpendapat bahwa amal itu dari Allah  SWT untuk menghilangkan rasa 'ujub 
  2. Hendaknya dengan amal itu ia mengharapkan ridha Allah untuk menghilangkan hawa nafsu
  3.  Hendaknya ia mengharap ridha, pahala amalannya itu hanya dari Allah, sehingga tidak menimbulkan tamak dan riya.                                                                                                    Dengan ketiga hal ini, maka seseorang akan ikhlas dalam ber'budiyyah kepada Allah. 
          Yang dimaksud dengan dengan " Amal dari Allah " yaitu bahwa Allah Ta'alaa yang memberi petunjuk dan kekuatan untuk mengerjakan amal itu. Bila ia beranggapan demikian, maka ia akan akan merasa bersyukur kepadaNya dan tidak akan merasa heran terhadap dirinya sendiri.
       Yang di maksud dengan " Amal itu mengharap ridha Allah " yaitu  sebelum beramal hendaknya melihat, apabila amalnya itu karena Allah dan mengandung keridhaan, maka ia mengerjakannya supaya ia tidak mengerjakan amal dengan menuruti hawa nafsu sebagaiman firman Allah dalam surat Yusuf : 53 " Sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan ".
     Yang di maksud dengan " Mengharap balasan pahala hanya dari Allah " yaitu Hendaknya ia beramal ikhlas karena Allah semata dan tidak peduli dengan ucapan manusia.

     Peneguhan bagi orang mukmin yang ikhlas dalam ibadah kepada Allah itu terjadi dalam tiga keadaan : Sewaktu sakratul maut, sewaktu menghadapi Munkar dan Nakir dan sewaktu menghadapi pertanyaan pada hari penghitungan amal.
    Peneguhan sewaktu menghadapi malakul maut itu berupa tiga hal yaitu :

  1. Terjaga kekufuran dan mendapatkan pertolongan untuk teguh pada kalimat tauhid sampai nyawanya keluar dari jasadnya, dimana ia tetap dalam iman.
  2. Malaikat menyampaikan berita gembira kepadanya
  3. Di perlihatkan tempatnya di surga.                                                                                             Peneguhan sewaktu menghadapi pertanyaan Mungkar dan Nakir yaitu        
  • Allah mengajarinya jawaban yang benar, sehingga ia bisa menjawab pertanyaan kedua malaikat itu sesuai dengan apa yang diinginkan Allah 
  • Di hilangkan rasa takut, gentar dan cemas daripadanya
  • Ia melihat tempatnya di surga, sehingga kubur itu merupakan salah satu taman dari taman - taman surga.
      Peneguhan sewaktu menghadapi pertanyaan pada hari perhitungan amal itu juga berupa tiga hal yaitu :

  • Di ajari alasan yang benar untuk menjawab apa yang telah di tanyakan kepadanya Perhitungan amalnya berjalan dengan lancar
  • Dosa - dosanya di ampuni. 
 Ada pula yang mengatakan bahwa peneguhan itu terjadi dalam empat keadaan,  sewaktu meninggal, sewaktu berada dalam kubur sehingga ia bisa menjawab pertanyaan tanpa adanya rasa takut, sewaktu perhitungan amal dan sewaktu berada di titian sehingga ia melewatinya laksana kilat yang menyambar.

Comments