Kisah Tobatnya raja yang kafir.



Rasulullah SAW bersabda :
    Ketika Allah  Yang Maha Mulia lagi Maha Agung  menurunkan iblis (  Semoga laknat Allah selalu berada padanya ) ke bumi, ia berkata " Demi kemuliaaMu, Sungguh saya tidak akan berpisah dengan anak cucu Adam sehingga nyawanya memisahkan jasadnya. Kemudian Allah Yang Maha Luhur berfirman " Demi kemuliaa dan KebesaranKu, Aku tidak akan menutup pintu tobat dari hambaKu sehingga nyawanya berada di tenggorokan ".

 Di dalam sebuah kisah di sebutkan :

   Ada seorang raja kafir mempunyai seorang menteri yang shahih. Menteri itu menunggu kesempatan yang baik untuk memberikan nashihat kepada raja dan mengajaknya untuk masuk kedalam agama islam. Pada suatu malam, raja berkata kepadanya " Bagunlah ! Mari kita menunggang kuda dan pergi melihat - lihat keadaan masyarakat ". Keduanya naik ke atas kuda dan pergi melewati sebuah jalan.  Tanpa di sadari, mereka sudah sampai di sebuah tempat perbukitan yang terdapat cahaya api.  Mereka pun menuju kesana.
     Di sana terdapat sebuah bangunan dan dari dalamnya terdengar suara nyanyian dan gitar. Di dalamnya mereka melihat seorang laki - laki yang berbaju usang di tempat sampah sambil bersandar di gundukan sampah. Di tangannya terdapat sebuah kendi yang terbuat dari tanah liat. Dalam bangunan itu juga terdapat tempat penambatan binatang. Istrinya berdiri di depannya dengan rasa hormat sebagaimana penghormatan kepada raja. Sebaliknya, suaminya pun menghormati dirinya seperti ratu.
         Raja berkata kepada menterinya "  Mungkin setiap malam mereka selalu seperti ini "
        Menterinya berkata  " Wahai raja ! Aku takut seandainya hidupmu di dunia ini seperti mereka berdua ".
        Raja berkata " bagaimana mungkin...?".
        Menteri menjelaskan " Sesungguhnya kerajaanmu di mata orang yang memiliki kerajaan besar sama saja seperti kau melohat tempat sampah itu. Sepertti itulah sinngasana dan istanamu. Sesungguhnya jasad beserta pakaianmu di mata orang yang mengerti kebersihan dan keindahan sama halnya seperti engkau melihat mereka itu."
  Raja bertanya " Diapakah orang yang memiliki sifat seperti itu ?".
  Menteri menjawab " Dia adalah yang menggambarkan sebuah negeri yang penuh dengan kebahagiaan tanpa kesedihan, penuh dengan cahaya tanpa kegelapan dan rasa aman tanpa ada ketakutan. "
     Lalu raja berkata " Mengapa semua ini tidak kau katakan dari dulu ?".  " Karena aku menghormatimu " kata menteri.
      " Seandainya apa yang kau ucapkan tadi itu benar, niscaya aku akan menghabiskan siang dan malam di tempat itu." Kata raja. Menteri bertanya " Bolehkah aku mencari buktinya ". " Silahkan ". Kata raja mengizinkannya.
      Setelah beberapa hari dari kejadian itu, Menteri menghadap raja seraya berkata "  Wahai raja !  Aku menemukan apa yang engkau cari di dalam bait - bait yang tertulis di atas kuburan ayahmu."  " Coba bacakan " Perintah raja.
   Menteri pun membacakannya " Apakah engkau buta terhadap dunia, sedangkan kau mampu melihatnya. Apakah kau bodoh terhadap segala isinya, padahal kau adalah orang yang pintar. Kau membangun rumah seakan - akan kekal di dalamnya, sedangkan esok kau akan meninggalkannya. Kau mendirikan bangunan yang megah, padahal tempatmu di dalam kubir yang sangat sempit. Ambillah ! Dan lakukanlah seaukamu, karena sesungguhnya kuburan adalah rumah bagi orang yang telah mati ."
     Ketika raja mendengarnya, ia bertobat kepada Allah SWT dan memeluk agama islam dengan baik. Hal itu yang menyebabkan ia selamat.
     
   An Nawadir...

Comments