Kisah taat seorang wanita kepada suami






     Diriwayatkan dari Hasan dari Nabi SAW, bahwasanya Beliau bersabda :
اذا خربت المرأة من بيت زوجها لم تقبل لها صلاة حتّى ترجع وتضع يدها فى يده وتقول اصنع بي ما شئت وانّ المرأة اذا صلّت ولم تدع لزوجها ردّت عليها صلاتها حتّى تدعو لزوجها
" Apabila istri itu lari dari suaminya, maka shalatnya tidak akan di terima sampai ia kembali dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata " Perlakukanlah aku sekehendak hatimu ". Sesungguhnya istri itu apabila mengerjakan shalat dan tidak berdo'a untuk suaminya, maka shalatnya itu di tolak hingga ia bedo'a untuk suaminya.
    Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra dari Nabi SAW, bahwa beliau bersabda
  انّ المرأة اذا صلّت خمسها وصامت شهرها واحصنت فرجها واطاعت بعلها فلتدخل من ايّ ابواب الجنّة شاءت
" Sesungguhnya istri itu apabila ia mengerjakan shalat lima waktu, puasa pada bulan Ramadhan, memelihara kemluannya dan patuh kepada suaminya, maka ia boleh masuk dari pintu - pintu surga yang ia kehendak "

               'Atha meriwayatkan dari Ibnu Umar, dimana ia berkata
     " Ada seorang perempuan datang kepada Nabi Saw dan berkata " Wahai Rasulullah ! Apakah kewajiban istri atas suaminya.? Beliau bersabda " Istri itu tidak boleh menolak dirinya ( untuk bersetubuh ) walaupun ia berada diatas punggung kendaraan, ia tidak boleh berpuasa satu hari saja kecuali atas izin suaminya kecuali puasa Ramadhan. Apabila ia melakukan puasa tanpa izin suaminya, maka pahalanya itu untuk suaminya,sedangkan dosanya untuk istrinya dan ia tidak boleh keluar kecuali atas izin suaminya. Apabila ia keluar  dengan sendirinya ( tanpa izin suami ), maka malaikat rahmat dan malaikat siksa mengutuknya sampai ia kembali kerumahnya ". 

 Kisah dua wanita yang taat kepada suami dan tidak taat .
    Seorang pemuda dari bani Israil telah lama menderita suatu penyakit yang parah. Lalu ibunya bernazar, Jika Allah menyembuhkan anaknya maka ia akan di kubur hidup - hidup selama tujuh hari. Kemudian Allah SWT menyembuhkan penyakit putranya. setelah sekian lama, ia juga tidak menepati nazarnya itu. Pada suatu malam, ia bermimpi di datangi seseorang  dan berkata" Tepatilah nazarmu agar engkau tidak mendapat musibah yang berat dari Allah. 
    Keesokan harinya, ia memanggil putranya dan menceritakan mimpinya semalam. Ia memerintahkan putranya untuk menggali sebuah lobang dan menguburnya. Anaknya lalu melaksanakan perintah ibunya. Ketika masuk kedalam kubur, ia berkata " Wahai Tuhanku.! Aku telah mengerahkan seluruh kemampuanku dan kesungguhanku dan aku telah menepati janjiku padaMU.  Maka jagalah aku dari segala keburukan di dalam kubur ini." Lalu anaknya menimbunnya dengan tanah dan pulang. 
  Tidak lama sesudah di kubur, wanita itu melihat sebuah lobang dan cahaya yang sangat terang dari arah kepalanya. Ia melihat dua orang perempuan di dalamnya dan kedua wanita itu memanggilnya " Wahai ibu.! masuklah ". Kemudian lubang itu membesar dan masuklah ia menuju ke arah mereka berdua yang sedang duduk di tepi telaga yang sangat jernih airnya. Ia pun menghampiri  dan duduk di samping mereka berdua seraya mengucapkan salam. Akan tetapi mereka tidak membalasnya. Ia berkata " Kenapa kalian berdua tidak membalas salamku.? Padahal kalian dapat berbicara." Mereka menjawab " Sesungguhnya salam adalah sebuah ketaatan dan kami tercegah dari itu." 
  Pada saat ia duduk di samping dua wanita itu, tiba - tiba datanglah dua ekor burung. Seekor burung hinggap di salah satu kepala dua wanita itu sambil mengepak - ngepak  kedua sayapnya dan seekor lagi hainggap di kepala wanita yang lain sambil mematuki kepalanya. 
   Ia bertanya kepada wanita yang pertama " Kenapa engkau memperoleh keistimewaan ini?".  Ia menjawab" Sewaktu hidup di dunia, aku mempunyai seorang suami dan mematuhinya dan ia merwlakan kepergianku dari dunia. Maka Allah menganugerahi keistimewaan ini kepadaku".  
  Kemudian ia bertanya pada wanita yang kedua " Bagaiman engkau memperoleh siksa yang seperti ini.?" . Di jawabnya " Di dalam dunia, aku mempunyai seorang suami dan aku tidak mematuhinya. Ia juga tidak merwlakan kepergianku dari dunia. Dia sangat membenciku, sehingga Allah menjadikan kuburanku sebagai taman atas kebaikan yang pernah aku lakukan dan siksaan atas kebencian suamiku. Aku mohon kepadamu nanti jika engkau kembali kedunia mintalah kepada suamiku agar ia memberikan syafa'at untukku dan merelakanku". 
    Setelah tujuh hari lamanya, Mereka berdua berkata " Bangun dan kembalilah kedalam kuburmu karena anakmu telah datang menggalimu."  Ia pun kembali dan putranya menggali serta mengeluarkannya dari dalam kubur. Lalu mereka berdua pulang kerumah. 
  Kemudian tersiarlah kabar bahwa ibu itu telah meninggal karena nazarnya itu. Masyarakat berbondong - bondong datang kerumahnya untuk berziarah. Salah seorang yang datang adalah suami wanita yang meminta syafa'at kepadanya. Lalu ia menyampaikan amanat wanita tersebut dan akhirnya suami itupun memaafkan istrinya. 
 Pada suatu malam ia bermimpi melihat wanita tersebut dan berkata " Berkat bantuamu, Aku telah terbebas dari siksa. Semoga Allah SWT mengampunimu dan membalasmu dengan kebaikan. 

  •   An Nawadir......   

Comments