Di kisahkan bahwa Hindu binti 'Utbah seorang perempuan yang cantik dan kaya. Ia memiliki seribu jenis hewan dan seribu budak. Ia juga memiliki tandu dari kayu Gharu yang bermahkotakan intan permata. Suaminya bernama Al Fakih bin Mugrirah,salah seorang pemuda Quraisy. Suaminya itu suka menerima kedatangan orang - orang sebagai tamunya dan bertemu dengannya tanpa hijab.
Suatu hari ia keluar keluar untuk suatu kebutuhan. Lalu seorang temannya datang masuk ke dalam rumah dan melihat indu juga masuk kedalam rumah. Maka ia kembali dengan perasaan malu. Kemudian Al Fakih kembali dan masuk ke dalam rumah untk melihat isttinya. Ia curiga terhadapnya dan menjauhinya sambil berkata " Kembalilah kepada keluargamu".
Dengan adanya peristiwa tersebut, masyarakat membicarakan tentang perihal Hindun dan berita ini pun sampai kepada ayahnya Hindun 'Utbah. Kemudian ia berbicara dengan hindun dan berkata " Orang - orang banyak membicarakan kehormatanmu, maka katakan sejujurnya kepadaku. Jika ucapan mereka benar, maka aku akn mengutus seseorang untuk membunuh Al Fakih secara sembunyi - sembunyi dan kita akan terbebas darinya. Tapi jika tidak benar, maka aku akn mengadukan hal ini kepada salah seorang pendeta dari Yaman untuk menjelaskan kesucianmu dan kita juga terbebas dari tuduhan itu".
Kemudian Hindun pun bersumpah dengan tegas bahwa ia tidak seperti yang di tuduhkan kepadanya. Pada saat itu juga, 'Utbah memanggil Al Fakih dan mengajaknya untuk memeriksa perkara ini kepada pendeta yang telah ia tentukan. Al Fakih keluar bersama rombongan Bani 'Abduddar sedangkan Hindun bersama rombongan wanita Bani 'Umayyah.
Ketika mereka telah meninggalkan daerahnya dan hampir mendekati tempat tinggal pendeta, 'Utbah melihat wajah Hindun pucat pasi dan terlihat gusar. Ia berkata kepadanya " Ada apa denganmu ?". Ia menjawab " Tidak apa - apa , hanya saja aku sedang mendatangi seseorang yang bisa saja benar dan bisa saja salah. Maka akiu takut jika ia menimpakan bencana kepadaku dengan tanpa dasar dan hal itu akan menjadi keburukan yang mencemarkan nama baikku selamanya". 'Utbah berkata " Kalau begitu aku akan menyembunyikan sesuatu dan kita akan mengujinya. Jika ia benar, maka hl itu akan membuktikan kehebatannya. Jika tidak, maka kita tinggalkan dia". Lalu 'Utbah mengambil sebutir biji gandum dan meletakkanya di kemaluan kuda. Ketika mereka sampai kesana, sang pendeta langsung mempersilahkan dan menghormati mereka. " Kami datang ke padamu karena ada urusan penting. Kami telah menyembunyikan sesuatu dan kami meminta kepadamu untuk memberitahu apakah yang kami sembunyikan itu?" Kata mereka. Ia menjawab " Biji di kemaluan ". Mereka berkata lagi " Tolong katakan lebih jelas lagi ". Ia menjelaskan " Biji gandum di kemaluan kuda". Mereka berkata lagi " Kau benar, Sekarang lihatlah wanita - wanita ini".
Ia pun melihat satu persatu hingga sampai kepada Hindun, lalu ia menepuk - nepuk pundaknya sambil berkata " Demi Allah ! Engkau tidak berzina dan terbebas dari ucapan masyarakat. Sesungguhnya kau akan melahirkan seorang raja yang bernama Mu'awiyah. Tatkala Al Fakir mendengar perkataan demikian, ia langsung menghampiri Hindun dan mencium di kepalanya. Akan tetapi Hindun malah menghardiknya " Demi Allah ! Aku menginginkan raja ini tidak lahir darimu ". Akhirnya Al Fakih menceraikannya.
Ketika ramalan pendeta bahwa ia akan melahirkan seorang raja tersiar, maka pembesar berlomba untuk mendapatkannya hingga akhirnya Abu Sofyan melamarnya dengan memberi harta yang tak ternilai. Hindun pun menerimanya dan mereka menikah dan mu'awiyah pun lahir.
Ramalan itu terbkti dengan naik tahtanya Mu'awiyah menjadi penguasa timur dan barat.
An Nawadir.
Comments
Post a Comment