Kisah kemuliaan hamba Allah yang berbuat baik kepada orang tua.









Rasulullah SAW bersabda :

" Sesungguhnya kutukan dua orang tua itu memutuskan asal anak kedua orang tua itu apabila ia durhaka kepada keduanya. Barang siapa yang merasa senang kepada keduanya, berarti ia merasa senang kapda Dzat Allah yang telah menciptakannya. Dan barang siapa yang merasa marah kepada orang tuanya, berarti ia merasa marah kepada Allah.  Barang siapa yang mendapatkan dua orang tua atau salah satu di antara keduanya, kemudia ia tidak berbuat baik kepadanya, maka ia akan masuk neraka dan Allah akan menjauhkannya dari rahmatNya. "
     
      Di ceritakan bahwa ada seseorang yang datang kepada Nabi SAW, ia berkata
" Wahai Rasulullah ! Sesungguhnya ibuku sakit ( Rusak pikiran karwna tua ) di tempatku, kemudian aku memberinya makan dan minum dengan tanganku  serta aku mewudhuinya dan mengangkatnya di atas bahuku. Apakah yang demikian itu berarti aku telah membalas jasa - jasanya ?. Beliau bersabda" Belum, Belum sepeserpun. Akan tetapi kamu telah berbuat baik dan Allah akan memberikan pahala yang banyak terhadap amalanmu yang sedikit itu."


   Di kisahkan bahwa suatu ketika Nabi Sulaiman as terbang di atas angin . Kemudian ia lewat di atas laut yang sangat dalam. Ia melihat ombak yang besar serta menakutkan karena tiupan angin.  Ia memerintahkan angin untuk berhenti, maka angin pun mematuhinya. Lalu ia memerintahkan  bangsa jin menyelam ke dalam laut untuk melihat apa yang terjadi di dalamnya. Mereka pun menyelam satu persatu dan ternyata mereka menemukan sebuah kubah Zamrud putih yang tiada berpintu. Mereka memberitahukannya kepada Nabi Sulaiman dan ia memerintahkan agar mereka mengangkatnya ke daratan.
    Mereka meletakkan kubah itu di hadapan Nabi Sulaiman. Ia kagum pada benda itu dan berdo'a kepada Allah SWT  supaya kubah itu terbuka. Ketika kubahnya terbuka, terlihatlah  seorang pemuda yang sedang sujud kepada Allah SWT.
      Nabi Sulaiman bertanya kepadanya " Apakah engkau dari gologan jin atau malaikat ?."  Ia menjawab " Bukan, Aku dari gologan manusia." " Kenapa engkau mendapat keramah seperti ini ?". Tanyanya lagi.
      Ia menjawab " Berbakti kepda orang tua. Dulu aku memiliki orang tua yang tidak bisa apa - apa. aku membawanya dengan menggendongnya. Ia selalu mendo'akan aku yang diantaranya adalah  " Ya Allah ! Berilah ia rezeki kebahagiaan dan setelah aku meningval jadikan tempatnya bukan di bumi dan di langit ". Setelah orang tuaku meninggal, aku berjalan - jalan di tepi pantai dan menemukan kubah zamrud putih ini. Saat aku mendekatinya, tiba - tiba kubah ini terbuka. Aku memasukinya dan tertutup kembali karwna kekuasaan Allah SWT.  Setelah itu, aku tidak mengetahui, apakah aku dilangit, bumi ataupun di udara. Selama di dalamnya Allah SWT memberiku rizki. "
      Nabi Sulaiman as bertanya " Bagaimanakah rizkimu di dalam kubah ini ?."
      Ia menjawab " Di saat aku lapar, Keluarlah pohon yang berbuah dari batu itu. Darinya pula keluar air kelair air yang lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu serta lebih dingin dari salju. Aku makan dan minum dari itu semua. Jika lapar dan dahagaku sudah hilang, maka semuanya juga akan menghilang."
    Nabi Sulaiman bertanya kembali " Bagaimana kau mengetahui siang dan malam ?."  Ia menjawab " Di saat terbit fajar, kubah ini akan berwarna putih dan bersinar. Sedangkan di saat matahari terbenam, kubah ini akan menjadi gelap. Dengan perubahan warna tersebut aku mengetahui siang dan malam."
   Lalu ia berdo'a kepada Allah dan tertutuplah kubah itu menjadi seperti telur burung unta.  Kemudia ia kembali ke dasar laut. Allah SWT berkuasa atas segala sesuatu.

   Demikianlah wahai suadaraku seiman dan seaqidah kelebihan yang Allah berikan kepada kita yang selalu memuliakan orang tua.
 

Comments