Hari 'Asyura adalah hari perhiasan yang sebagaimana di sebut di dalam salah satu ayat Al Qur'an surat At Thaha ayat 20.
Al faqih berkata : Muhammad bin Fadhl menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ja'far menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Yusuf menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami dari Ibrahim bin Muhmmad bin Maisarah, dimana ia berkata " Kami mendapat berita bahwa barang siapa yang melapangkan pada anggota keluarganya pada hari 'Asyura maka Allah akan melapangkan kepadanya sepanjang tahun. Sufyan berkata " Kami telah mencobanya dan mendapatkan kebenaran atas berita itu".
Di sunnahkan pada 'Asyura untuk berpuasa, sedekah, mandi, memakai celak, mengusap kepala anak yatim, mengunjungi para ulama, shalat, menyenangkan keluarga, memotong kuku dan membaca surat Al Ikhlas seribu kali. Sebagaimana di sebutkan dalam sebuah nazam yang berbunyi
زر عالما صم وتصدّق واكتل وسع على العيال صل واغتسل
رأس اليتيم امسح وقلم ظفرا سورة الإخلاص الفا تقرا
" Berkunjunglah kepada orang alim, berpuasalah dan bercelaklah * Berluas - luaslah kepada keluarga dan mandilah
Usaplah kepala anak yatim, potonglah kuku, dan bacalah surat al ikhlas seribukali ".
Di kisahkan bahwa seorang fakir datang kepada hakim pada hari 'Asyura. Ia berkata kepada hakim " Semoga Allah memuliakanmu, Sesungguhnya aku seorang fakir dan mempunyai keluarga. Pada hari ini aku datang meminta agar engkau berkenan memberikan sepuluh roti, sepuluh daging serta dua dirham untuk memberi makan anak- anakku pada hari ini. Semoga Allah membalas kebaikanmu." . lalu hakim menjanjikannya sampai waktu dhuhur. Setelah waktu dhuhur tiba, hakim menjanjikannya sampai ashar. Ketika ashar, fakir itu datang menghadap hakim sementara anak - anaknya di rumah sudah sangat lapar, tapi ia di janjikan lagi sampai magrib. Pada waktu magrib tiba, ia datang lagi, tetapi hakim berkata " Saya tidak mempunyai apa - apa untuk di berikan".
Akhirnya fakir itu pulang dengan hati yang sangat kecewa sambil menangis, ia juga takut bagaimana menjawab pertanyaan anak - anaknya nanti.
Dalaam perjalanan pulang, ia bertemu dengan seorang Nasrani yang duduk di depan pintu rumahnya. Nasrani itu bertanya " Apakah yang membuatmu menangis?". Ia menjawab " Jangan engkau bertanya tentang keadaanku ". Nasrani berkata " Demi Allah ! Saya bertanya agar anda berkenan memberitahukan keadaanmu".
Kemudian si fakir itu menceritakan keadaannya.Nasrani itu bertanya " Menurut masyarakatmu, ini hari apa ? ". Ia menjawab " Hari 'Asyura ". Ia juga menjelaskan kepada Nasrani itu beberapa Kelebihan dan keutamaan hari 'Asyura. Nasrani itu menjadi simpati dan memberikannya lebih banyak dari apa yang ia minta dari hakim. Nasrani itu juga memberikan dua puluh dirham sambil berkata " Ambillah ini untukmu dan keluargamu, setiap bulan saya harus memuliakan hari ini, karena Allah telah memuliakannya ".
Orang fakir itu lalu pergi menemui anak - anaknya dengan perasaan yang sangat senang. Ketika anak - anak melihatnya, mereka sangat gembira. Mereka berdo'a dengan suara yang keras " Ya Allah ! Berikanlah kebahagiaan kepada orang yang telah membuat kami bahagia dengan segera".
Pada waktu malam hari, disaat hakim hendak tidur, ia mendengar suara yang berkata kepadanya " Angkatlah kepalamu " . Ia mengangkatkan kepalanya dan tiba - tiba ia melihat dua istana yang di bangun dari batu bata emas dan perak. Hakim itu berkata " Ya Tuhanku ! Untuk siapaka istana ini. ?". Lalu di jawab " Sebenarnya istana ini di bagun untukmu jika kamu memenuhi hajat orang fakir itu. Namun ketika kamu menolaknya, maka kedua istana ini jadilah milik orang nasrani".
Kemudian ia ketakutan dan mencela dirinya. Kemudian ia pergi menemui orang nasrani itu. Ia bertanya kepada nasrani " Kebaikan apakah yang kamu lakukan kemarin ?" Nasrani itu menjawab " Mengapa engkau bertanya tentang hal itu ?". Hakim pn menceritakan kejadian yang ia alami dan berkata " Juallah kepadaku keindahan itu dan apa yang telah kamu lakukan kemarin terhadap orang fakir itu dengan harga seratus ribu dirham".
Nasrani itu berkata " Sesungguhnya aku tidak akan menjualnya dengan emas seisi bumi ini sekalipun. Dan aku bersaksi padamu bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusanNya".
Asal usul memasak biji - bijian yang terkenal di mesir adalah ketika banjir yang terjadi pada masa Nabi Nuh as telah selesai, kemudian Beliau mengeluarkan biji - bijian miliknya yang masih tersisa. Semuanya ada tujuh macam yaitu : kedelai, padi, gandum, jewawut, gandum, bawang, kacang adas,. Kemudian beliau memasak semuanya dan hari itu adalah hari 'Asyura.
Barang siapa yang berpuasa pada hari 'Asyura, maka itu dapat menebus dosa yang kecil selama setahun
زر عالما صم وتصدّق واكتل وسع على العيال صل واغتسل
رأس اليتيم امسح وقلم ظفرا سورة الإخلاص الفا تقرا
" Berkunjunglah kepada orang alim, berpuasalah dan bercelaklah * Berluas - luaslah kepada keluarga dan mandilah
Usaplah kepala anak yatim, potonglah kuku, dan bacalah surat al ikhlas seribukali ".
Di kisahkan bahwa seorang fakir datang kepada hakim pada hari 'Asyura. Ia berkata kepada hakim " Semoga Allah memuliakanmu, Sesungguhnya aku seorang fakir dan mempunyai keluarga. Pada hari ini aku datang meminta agar engkau berkenan memberikan sepuluh roti, sepuluh daging serta dua dirham untuk memberi makan anak- anakku pada hari ini. Semoga Allah membalas kebaikanmu." . lalu hakim menjanjikannya sampai waktu dhuhur. Setelah waktu dhuhur tiba, hakim menjanjikannya sampai ashar. Ketika ashar, fakir itu datang menghadap hakim sementara anak - anaknya di rumah sudah sangat lapar, tapi ia di janjikan lagi sampai magrib. Pada waktu magrib tiba, ia datang lagi, tetapi hakim berkata " Saya tidak mempunyai apa - apa untuk di berikan".
Akhirnya fakir itu pulang dengan hati yang sangat kecewa sambil menangis, ia juga takut bagaimana menjawab pertanyaan anak - anaknya nanti.
Dalaam perjalanan pulang, ia bertemu dengan seorang Nasrani yang duduk di depan pintu rumahnya. Nasrani itu bertanya " Apakah yang membuatmu menangis?". Ia menjawab " Jangan engkau bertanya tentang keadaanku ". Nasrani berkata " Demi Allah ! Saya bertanya agar anda berkenan memberitahukan keadaanmu".
Kemudian si fakir itu menceritakan keadaannya.Nasrani itu bertanya " Menurut masyarakatmu, ini hari apa ? ". Ia menjawab " Hari 'Asyura ". Ia juga menjelaskan kepada Nasrani itu beberapa Kelebihan dan keutamaan hari 'Asyura. Nasrani itu menjadi simpati dan memberikannya lebih banyak dari apa yang ia minta dari hakim. Nasrani itu juga memberikan dua puluh dirham sambil berkata " Ambillah ini untukmu dan keluargamu, setiap bulan saya harus memuliakan hari ini, karena Allah telah memuliakannya ".
Orang fakir itu lalu pergi menemui anak - anaknya dengan perasaan yang sangat senang. Ketika anak - anak melihatnya, mereka sangat gembira. Mereka berdo'a dengan suara yang keras " Ya Allah ! Berikanlah kebahagiaan kepada orang yang telah membuat kami bahagia dengan segera".
Pada waktu malam hari, disaat hakim hendak tidur, ia mendengar suara yang berkata kepadanya " Angkatlah kepalamu " . Ia mengangkatkan kepalanya dan tiba - tiba ia melihat dua istana yang di bangun dari batu bata emas dan perak. Hakim itu berkata " Ya Tuhanku ! Untuk siapaka istana ini. ?". Lalu di jawab " Sebenarnya istana ini di bagun untukmu jika kamu memenuhi hajat orang fakir itu. Namun ketika kamu menolaknya, maka kedua istana ini jadilah milik orang nasrani".
Kemudian ia ketakutan dan mencela dirinya. Kemudian ia pergi menemui orang nasrani itu. Ia bertanya kepada nasrani " Kebaikan apakah yang kamu lakukan kemarin ?" Nasrani itu menjawab " Mengapa engkau bertanya tentang hal itu ?". Hakim pn menceritakan kejadian yang ia alami dan berkata " Juallah kepadaku keindahan itu dan apa yang telah kamu lakukan kemarin terhadap orang fakir itu dengan harga seratus ribu dirham".
Nasrani itu berkata " Sesungguhnya aku tidak akan menjualnya dengan emas seisi bumi ini sekalipun. Dan aku bersaksi padamu bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusanNya".
Asal usul memasak biji - bijian yang terkenal di mesir adalah ketika banjir yang terjadi pada masa Nabi Nuh as telah selesai, kemudian Beliau mengeluarkan biji - bijian miliknya yang masih tersisa. Semuanya ada tujuh macam yaitu : kedelai, padi, gandum, jewawut, gandum, bawang, kacang adas,. Kemudian beliau memasak semuanya dan hari itu adalah hari 'Asyura.
Barang siapa yang berpuasa pada hari 'Asyura, maka itu dapat menebus dosa yang kecil selama setahun
Comments
Post a Comment