.
Salah seorang cendekiawan berkata :
" Sifat - sifat Wali - wali Allah Ta'alaa itu ada tiga : Percaya sepenuh hati kepada Allah dalam segala sesuatu, berhajat kepada Allah dalam segala sesuatu dan kembali kepada Allah dalam segala seauatu.
Di ceritakan dari Abu Mu'thi Al Balkhi, dimana ia berkata kepada Hatim Al Asham " saya mendengar berita bahwa kamu berjalan di tengah hutan tanpa membawa bekal ". Hatim berkata " Tidak ! Saya selalu membawa bekal ". Abu Mu'thi berkata " Apakah bekalmu ?". Hatim menjawab " Saya membawa empat macam bekal
1. Saya berkeyakinan bahwa dunia seisinya itu berada dlam jaminan Allah.
2. Saya berkeyakinan bahwa semua usaha itu dalam kekuasaan Allah
3. Saya berkeyakinan semua rezeki itu sudah di tanggung oleh Allah
4. Saya berkeyakinan bahwa Ketentuan Allah pasti berlaku bagi semua makhlukNya.
Abu Mu'thi berkata " Wahai Hatim ! Itu adalah bekal yang sangat baik, dimana dengan bekal itu kamu dapat menempuh perjalanan akhirat, apalagi perjalanan dunia ini.
Di kisahkan bahwa ada seseorang yang datang kepada Syaqiq Az Zahid, dimana ia berkata " Berilah saya wasiat ". syaqiq berkata " Jagalah baik - baik tiga hal :
1. Beribadalah kepada Allah Maka Allah akan menenguhkanmu
2. Perangilah musuh Allah maka Allah akan menolongmu
3. Percayalah kepada janji Allah karena sesungguhnya Allah akan mendatangkannya kepadamu.
Di riwayatkan dari Syaqiq bahwasanya ia berkata kepada Hatim Al Asham " Sejak kapan kamu rajin datang kepadaku ?".
Hatim menjawab " Sejak tiga puluh tahun "
Syaqiq berkata " Apa yang telah kamu pelajari selama 30 tahun ?".
Hatim menjawab " Saya belajar enam kalimat yang seandainya mengamalkannya, sya berharap bisa selamat dari fitnah dunia ". Syaqiq bertanya " Apa enam kalimat itu beritahukan kepadaku, sehingga aku dapat mengamalkannya, sehingga aku bisa selamat ".
Keenam kalimat itu adalah :
- Saya memperhatikan Firman Allah QS Al Hud : 6 وما من دآبّة فى الارض الّا على اللّه رزقها " Dan tidak satupun makhluk yang bernyawa di bumi kecuali Semua rezekinya di jamin oleh Allah ". Saya menyadari bahwa saya adalah salah satu diantara makhluk Allah yang rezekinya di jamin oleh Allah. segala sesuatu yang akan menjadi bagianku tentu akan sampai kepadaku. Allah memeberikan rezeki kepada gajah yang besar dan tidak melupakan nyamuk yang kecil. Oleh karena itu, sya serahkan urusan rezeki ini kepada Allah dan saya menyibukkan diri dengan ibadah dan saya tidak memperdulikan yang lainnya. Saya memperhatikan firman Allah QS Al Hujarat 10 : أنّما المؤمنون اخوة " Sesungguhnya orang mukmin itu bersaudara "
- Saya menganggap semua orang mukmin itu adalah saudara saya. Setiap saudara harus bersikap sayang kepada saudaranya. Saya melihat bahwa permusuhan yang terjadi di tengah - tengah masyarakat itu di sebabkan oleh rasa dengki. oleh karena itu, saya bersungguh - sungguh menghilangkan rasa dengki dalam hatiku sehingga hatiku berubah. Seandainya Ada seorang mukmin di belahan bumi bagian timur tertimpa musibah, maka aku akan merasa sedih seolah - olah musibah itu menimpa diriku. Demikian pula seandainya ada seorang muslim di bumi bagian barat yang memperoleh kebahagiaan maka aku merasa senang seolah - olah kebahagiaan itu terjadi pada diriku
- Saya merasa bahwa setiap orang mempunyai kekasih dan setiap kekasih harus membuktikan cintanya. Aku mendapatkan bahwa kekasihku adalah taat kepada Allah, karena segala sesuatu yang aku cintai akan terputus selain taat kepadaNya, yang akan selalu bersamaku di dalam kubur, di padang mahsyar dan di shirat ( titian ). Oleh karena itu, saya memutuskan semua yang sya cintai dan hanya menjadikan taat kepada Allah sebagai kekasih sejati.
- Saya melihat bahw setiap orang itu mempunyai musuh yang harus hati - hati dan waspada kepada musuhnya. Aku melihat bahwa musuhku adalah orang kafir dan syaithan. Aku menyadari bahwa permusuhan dengan orang kafir lebih ringan, karena seandainya berkelahi atau berperang sehinnga aku mati, maka matiku adalah syahid dan seandainya akunmembunuhnya maka aku mendapatkan pahala. Sedangkan permusuhan dengan syaithan itu sangat berat karwna ia dapat melihatku dan aku tidak dapat melihatnya dan ia selalu menarikku suapaya masuk neraka. Oleh karena itu, aku selalu berusaha untk memeranginya selama hidup dan meninggalkan permusuhan kepada selainnya.
- Saya melihat semua orang mempunyai rumah dan itu perlu di bangun. Saya menyadari bahwa rumah saya adalah kubur maka saya menyibukkan diri dengan membangunnya. Syaqiq berkata " Sungguh bagus pemahamanmu. Seandainya kita mengamalkannya niscaya kita akan selamat.
Comments
Post a Comment