Abdullah bin Mubarrak ! Balasan bagi orang yang bersedekah


 Siti 'Aisyah berkata " Ya Rasulullah ! Apakah perkara yang tidak boleh di cegah jika diminta ? "  Beliau menjawab " Air, Garam dan api ". Ia bertanya " Wahai Rasulullah ! Jika air aku sudah mengerti maksudnya. Tetapi bagaimana dengan garam dan api ?".
     Beliau menjelaskan " Barang siapa yang memeberikan garam, maka ia seakan - akan bersedekah dengan seluruh hidangan yang menjadi lezat karenanya. Barang siapa memberikan api, maka ia seakan - akan bersedekah dengan segala sesuatu yang menjadi matang karenanya. Dan barang siapa yang memberikan seteguk air kepada sesama muslim, maka ia sama dengan memberinya kehidupan. Kemudian beliau meneruskan ucapannya " Empat keberkahan yang Allah turunkan dari langit kebumi adalah air, garam, api dan besi.


       Di kisahkan bahwa suatu hari 'Aisyah ra telah membeli seorang jariyah. Kemudian Jibril as menemui Nabi SAW  dan berkata " Ya Muhammad ! Keluarkanlah jariyah ini dari rumahmu, karena ia termasuk ahli neraka." Maka 'Aisyah mengusirnya dan membekalinya dengan kurma. Dalam perjalanan, ia makan separuh kurma itu dan memberikan separuhnya lagi untuk faqir yang lewat di depannya.
       Kemudian Jibril as kembali menemui Nabi SAW dan memerintahkan untuk memanggil jariyah tersebut, karena dia telah termasuk ahli syurga.


   Dalam kisah yang lain di sebutkan :
       Suatu bari Abdullah bin Mubarrak melewati klta Kuffah hendak menunaikan ibadah haji ke Mekkah. Ia melihat seorang wanita sedang mengambil seekor itik dari tempat sampah, sedangkan Abdullah menganggap itik itu sudah menjadi bangkai.
      Lalu ia mendekatinya dan berkata " Wahai saudariku ! Apakah binatang ini bangkai atau telah di sembelih ?". " Ini memang bangkai dan aku beserta keluargaku akan memakannya " Jawabnya. Abdullah berkata " Allah SWT melarang kita memakan bangkai, tetapi engkau malah akan memakannya ".
     Wanita itu menjawab " Wahai saudaraku ! Tinggalkanlah aku." Abdullah tidak mau meninggalkannya sehingga wanita itu berkata lagi " Sesungguhnya aku mempunyai tiga orang anak yang sudah tiga hari ini tidak makan."
     Kemudian Abdullah pergi meninggalkannya. Ia membeli makanan, pakaian serta perbekalan yang lain yang ia letakkan di atas punggung seekor kuda miliknya. Kemudian ia mendatangi rumah wanita itu dan berkata " Ini ada sedikit uang perbekalan, pakaian dan makanan. Ambillah kuda ini beserta barang bawaannya untukmu."
     Setelah itu, dia singgah di sebentar di situ karena musim haji sudah habis hingga para rombongan haji pun sudah kembali kenegerinya masing - masing. Ia pulang bersama dengan rombongan haji dari tempat asalnya. Sesampainya di kampung halaman, masyarakat segera menyambutnya dan mengucapkan selamat kepadanya.
     Aku tidak berangkat haji tahun ini " Katanya.  Kemudian salah seorang yang termasuk rombongan hajj berkata kepadanya " Bukankah aku menitipkan harta perbekalanku kepadamu, lalu kami pergi bersama - sama dan sewaktu di Arafah aku memintanya kembali?".  " Bukankah kau menurunkanku di suatu tempat " Kata temannya yang lain. Ia berkata " Aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan. Aku benar - benar tidak menunaikan ibadah haji pada tahun ini".
     Malam harinya, ia bermimpi bertemu dengan seseorang yang berkata " Wahai Abdullah ! Sesungguhnya Allah SWT telah menerima sedekahmu serta mengutus seorang malaikat menyerupaimu dan ia menggantikanmu melaksanakan ibadah haji."

Comments