Allah SWT berfirman :
واما من خاف مقام ربّه ونهى النّفس عن الهوى فإنّ الجنّة هى المأوى
artinya : Dan adapun orang - orang yang takut kepada kebenaran tuhannya dan menahan diri diri dari nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya ( Q.S : An Nazi'aat 40 - 41 ).
Rasulullah Saw bersabda :
لا يؤمن احدكم حتّى يكون هواه تبعا لِما جئت به
artinya: seseorng diantara kamu tidak beriman sehingga keinginan nafsunya mengikuti kepada apa - apa yang aku bawa.
Dikisahkan bahwa ada seorang pengrajin mangkuk yang shaleh. Pada suatu hari ia keluar untuk menjual mangkuk - mangkuknya yang telah ia buat. Dalam perjalanan, ada seorang wanita yang melihatnya dan berkata " Masuklah kedalam rumahku, aku akan membeli mangkukmu". Kemudian ia masuk kedalam rumah wanita itu. Tiba - tiba wanita itu menutup pintu rumahnya dan meminta kepadanya untuk berzina.
Penjual mangkuk berkata " Aku memerlukan air untuk membersihkan diri dulu." Kemudian ia naik ke atas loteng rumah dan melompat keluar. Pada saat itu Allah SWT memerintah malaikat untuk menyelamatkannya. Malaikat itu membawa pengrajin mangkuk tersebut dengan sayapnya ke tanag dalam keadaan selamat.
Akhirnya ia pulang dan menceritakan kepada istrinya tentang kejadian yang telah terjadi. Dan adalah keduanya dalam keadaan berpuasa. Istrinya berkata" Malam ini akan kita lewati dan kita hidupkan dengan mengerjakan shalat malam sebagai tanda syukur kepada Allah karena kita telah dibebaskan dari maksiat. Akan tetapi, tetangga - tetangga kita sudah biasa mengambil api dari kita. Jika mereka tidak melihat api pada dapur kita, tentu mereka menduga bahwa kita sedang berada dalam kesempitan."
Kemudian istrinya menyalakan api dapurnya. Lalu datanglah seorang yang sudah tua untuk mengambil api dan berkata " Wahai fulanah ! Ambillah roti yang di dapur ini sebelum terbakar." Kemudian istrinya datang kedapur dan melihat banyak roti disana. Maka mereka berdua memakannya.
Mereka berdua lalu beribadah kepada Allah dan berdo'a agar Allah memberi mereka rizeki tanpa harus berkerja. Tiba - tiba jatuhlah dari loteng rumah mereka sebuah permata. Mereka berdua bergembira dengan kejadian itu.
Ketika mereka tidur, Istrinya bermimpi melihat surga dan mimbar - mimbar ahli ibadah yang sangat bagus. Dia melihat sebuah permata dari mimbar suaminya telah terjatuh. Maka manakala ia terjaga dari tidurnya, ia menceritakan mimpi tersebut kepada suaminya. I berkata " Berdo'alah kepada Allah agar ia mengembalikan kembali permata ini ke tempat asalnya. Selesiai berdo'a, permata itu pun langsung terbang.
Dalam riwayat yang lain disebutkan, Ia berdo'a " Ya Allah ! berikanlah aku suatu rezeki yang mencukupi tanpa aku menjual mangkuk lagi." Lalu turunlah belalang dari emas kepadanya. Lalu ia berdo'a " Ya Allah ! jika ini bagianku di dunia maka berkatilah aku. Namun, jika ini bagianku di akhirat, aku tidak memerlukannya di dunia ini." Maka terbanglah belalang emas itu dengan izin Allah.
seorang penya'ir berkata:
انّ الهوى لَهُوَ الهَوَانُ بِعَينِهِ # فإذا هَوَيتَ فقد لَقِيتَ هَوَانَا
" Sesungguhnya keinginan nafsu itu hanyalah kehinaan semata. Apabila kamu menuruti kehendak nafsumu, maka sesungguhnya kamu telah menemui kehinaan bagi dirimu"
Penyair lain berkata :
نون الهوان منالهواى مسروقة # فإذا هويت فقد لقيت هوانا
" Pedang kehinaan itu di curi dari kehinaan nafsu. Apabila kamu menuruti kehendak nafsumu, maka sesungguhnya kamu telah menemui kehinaan.
Dalam kisah yang lain disebutkan :
Seorang ahli ibadah dari bani israil yang telah dirayu oleh seorang wanita, lalu ia meminta air kepada wanita itu untuk bersuci. Kemudian dia naik ke atas suatu tempat di dalam bangunan tersebut untuk menjatuhkn diri dan iblis ditanya " Mengapa kamu tidak dapat menyesatkan dia?". Iblis berkata " Aku tidak mampu mengalahkan orang yang menentang kehendak nafsunya
kitab Al Majalisussaniyyah. ...
Comments
Post a Comment