Abdullah bin Mubarrak meriwayatkan dari Abu Bakr bin Maryam dari Dhamirah dari Abu Habib, dimana ia berkata : Rasulullah saw bersabda"
انّ الملائكة يرفعون عمل عبد من عباداللّه فيستكثرونه ويزّكونه حتّى ينتهوابه الى حيث شاء اللّه تعالى من سلطانه فيوحى اللّه اليهم انّكم حفظة على عمل عبدى وأنا رقيب على ما فى نفسه انّ عبدى هذا لم يخلص لي عمله فأكتبوه فى سجّين ويصعدون بعمل عبد فيستقلّونه ويحتقرونه حتّى ينتهوابه الى حيث شاءاللّه من سلطانه فيوحى اللّه اليهم انّكم حفظة على عمل عبدي وأنا رقيب على ما فى نفسه انّ عبدي هذا اخلص لي عمله فأكتبوه فى علّيّين
" Sesungguhnya para malaikat mengangkat amal salah seorang dari hamba - hamba Allah, dimana mereka menganggap banyak dan suci atasnya, sehingga mereka sampai ke tempat yang di kehendaki oleh Allah dari kekuasaanNya. Maka Allah mewahyukan kepada mereka " Sesungguhnya kamu sekalian yang menjaga amal hambaKu, sedangkan Aku yang menilai apa yang ada di dalam jiwanya. Sesungguhnya hambaKu ini tidak ikhlas kepadaKu dalam amalannya, maka tulislah ia dalam Sijjin. Dan para malaikat naik dengan membawa amalan salah seorang hamba dimana mereka menganggap sedikit dan sepele atasnya. Sehingga mereka sampai ke tempat yang di kehendaki oleh Allah dari kekuasaanNya. Allah berfirman kepada mereka " Sesungguhnya kamu yang menjaga amal hambaKu, sedangkan Aku yang menilai apa yang ada di dalam hatinya. Sesungguhnya hambaKu ini ikhlas karena Aku dalam amalannya, Maka tulislah ia dalam Illiyyin".
Hadits di atas menunjukkan bahwa amal yang sedikit, kalau di lakukan dengan ikhlas karena Allah itu lebih bajk dari pada amal yang banyak tetapi tidak ikhlas. Amalan yang sedikit yang ikhlas akan dilipat gandakan oleh Allah atas kemurahanNya. Sedangkan amalan yang banyak yang di kerjakan tidak ikhlas, maka tidak akan mendatangkan pahala bagi yang mengerjakannya, bahkan tempat kembalinya adalah neraka jahannam.
Al Faqih berkata " Seseorang yang terpercaya memberitahukan kepada saya dengan sanadnya Jaballah Al Yashubi, dimana ia berkata " Kami berada dalam suatu peperangan bersama - sama dengan Abdul Malik bin Marwan, kemudian kami bertemu dengan seseorang yang suka beribadah pada waktu malam ( Qiyamul Lail ), yang sedikit sekali tidur malamnya. Berhari - hari kami berkumpul, namun tidak mengenal siapakah dia sebenarnya. Kemudian suatu saat kami mengetahui bahwa dia termasuk salah seorang sahabat Rasulullah saw.
Salah satu kejadian yang ia ceritakan kepada kami bahwa ada seorang muslim bertanya kepada Rasulullah saw, dimana ia berkata " Wahai Rasulullah ! dengan perbuatan apa kita nanti nisa selamat ?".
Beliau bersabda " Hendaknya kamu jangan menipu Allah ".
Ia bertanya " Bagaimana mungkin kami bisa menipu Allah "
Beliau bersabda " Kamu mengerjakan ibadah yang di perintahkan oleh Allah, namun dengan amalan itu kamu menghendaki selain Allah ( bukan karena Allah ). Jauhilah riya , karena riya itu menyekutukan Allah dalam ibadahnya. Orang yang riya pada hari kiamat akan di panggil oleh Allah SWT di hadapan makhluk dengan empat panggilan yaitu : Hai orang yang kafir, hai orang yang jahat, hai orang yang menipu, hai orang yang rugi, amalanmu sesat dan lenyap. Saat ini kamu tidak akan mendapatkan apa - apa. Mintalah pahala amalanmu kepada orang yang dulu kamu beramal karenanya, wahai orang yang menipu".
Jaballah berkata " Saya berkata kepada orang itu. :" Demi allah yang tidak ada tuhan kecuali Dia, Benarkah kamu mendengar ini dari Rasulullah saw ?".
Orang itu menjawab " Demi Allah yang tidak ada tuhan kecuali Dia, sesungguhnya saya mendengarnya dari rasulullah, kecuali bila sedikit kesalahan yang tidak saya sengaja.
Kemudian ia membaca ayat :
" انّ المنافقين يخادعون اللّه وهو خادعهم
" Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah lah yang menipu mereka" ( QS , An Nisa' 142 ) .
Saiyyidina 'Ali pernah berkata : Bagi orang yang riya itu ada empat tanda
1. malas beramal ketika ia sendirian
2. Rajin beramal bila bersama - sama deng orang lain
3. Mingkatkan amalannya bila di puji
4. Mengurangi amalannya bila di cela
Di riwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah bersabda :
" Ketika Allah menciptakan surga Adn, Dia menciptakan di dalamnya apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak terdengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia. Kemudian Allah berfirman kepadanya " Berbicaralah kamu ". Maka ia mengucapkan " Sesungguhnya beruntunglah orang - orang yang beriman ( 3×) , sesungguhnya aku haram bagi orang yang kikir dan munafiq dan riya ( tidak ikhlas dalam beramal )".
Comments
Post a Comment