Amalan dan Kisah kelebihan 10 Zulhijjah




 Sesungguhnya Allah Ta'alaa menghadiahkan kepada nabi Musa as lima macam do'a yang di sampaikan oleh malaikat Jibril as pada hari sepuluh (  awal dari bulan Dzulhijjah ). Lima do'a tersebut ialah


 لااله الّااللّه وحده لا شريك له  له الملك وله الحمد يحيى ويميت وهو حيّ لايموت بيده الخير وهو على كلّ شئ      قدير      " Tiada Tuhan kecuali Allah Yang Esa, Tiada sekutu bagiNya, BagiNya kekuasaan dan bagiNya segala pujian. Dia yang menghidupkan dan Dia yang mematikan. Dia hidup yang    tiada mati. Di dalam kekuasaanNya segala kebaikan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuta

 اشهد ان لااله الّا اللّه وحده لاشريك له الها واحدا صمدا لم يتّخذله صاحبة ولاولدا 
 Saya Bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah Yang Esa, Tiada sekutu bagiNya. Dia adalah Tuhan Yang Esa, Tunggal, Tempat bergantung. Dia tidak mempunyai istri dan anak.
   
  اشهد ان لا اله الّا اللّه وحده لا شريك له احد صمد لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوااحد
    Saya bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah Yang Esa yang tiada sekutu bagiNya. Dialah Tuhan Yang Esa tempat bergantung, tidak beranak dan tiada diperanakkan dan tiada ada sesiatu yang sepadan denganNya

 اشهد ان لااله الّا اللّه وحده لاشريك له له الملك وله الحمد يحيى ويميت وهو حيّ لايموت بيده الخير وهو على كلّ  شئ قدير
 " Saya Bersaksi bahwa tiada Tuhan Kecuali Allah Yang Esa, Tiada sekutu bagiNya, BagiNya kekuasaan dan BagiNya segala pujian. Dialah yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia  hidup dan tidak mati. Di dalam kekuasaanNya segala kebaikan. Dia Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu

حسبى اللّه وكفى سمع اللّه لمن دعا ليس وراء اللّه منتهى
" Allah adalah Zat yang menjamin dan mencukupi aku. Allah mendengar orang yag berdo'a. Tiada yang sempurna kecuali Allah" .

     Disebutkan bahwa do'a - do'a diatas disebutkan pula dalam kitab injil. Orang Hawriyyin ( umat nabi Isa as ) bertanya kepada nabi Isa as tentang keutamaan doa tersebut. Nabi Isa menyebutkan kepada mereka pahala dan keutamaan orang yang membacanya pada hari - hari sepuluh Dzulhijjah, tidak ada seorang pun yang mampu melukiskanya.

    Abu Nadlr bin Hasyim bin Qasim berkata " Ada seorang menceritakan kepadaku bahwasanya ia berdo'a dengan do'a - do'a di atas pada hari - hari sepuluh Dzulhijjah, kemudian ia bermimpi seolah - olah di rumahnya ada lima tingkatan dari cahaya yang satu berada di atas yang lain."


   Dari Ummul Mukmini bahwa ia berkata :
  " Ada seorang pemuda yang selalu bernyanyi, apabila bulan Dzulhijjah tiba ia mengerjakan puasa. Berita ini sampai  kepada Nabi Saw. Beliau mengutus seaeorang untuk memanggilnya. Sesampainya Nabi saw bertanya " Apa yang membuatmu untuk berpuasa pada hari ini ?". Ia menjawab " Demi ayahku , Engkau dan ibuku wahai Rasulullah, sesungguhnya hari ini adalah hari syiar dan hari  - hari haji. Mudah - mudahan Allah menyertakan saya dalam do'a mereka." Beliau bersabda " Sesungguhnya bagimu dengan setiap hari kamu berpuasa itu sebanding dengan memerdekakan seratus budak , sedeqah seratus unta dan seratus kuda yang kau gunakan untuk berjuang pada jalan Allah. Apabila berpuasa pada hari tarwiyah ( 8 Dzulhijjah ) maka bagimu sebanding dengan memerdekakan  seribu budak, sedeqah seribu seribu unta dan seribu kuda yang kamu gunakan untuk berjuang di jlan Allah. Apabila berpuasa pada hari 'Arafah maka bagimu sebanding dengan memerdekakan dua ribu budak, sadaqah dua ribu unta dan dua ribu kuda yang kamu gunakan untuk berjuang di jalan Allah . Puasa pada hari 'Arafah itu adalah sama dengan puasa dua tahun, satu tahun sebelum hari itu dan satu tahun sesudahnya ".
 
       Sebuah kisah dari Sufyan Tsury , ia berkata " Adalah aku berkeliling di makam orang - orang islam di kota Bashra  di malam - malam bulan Dzulhijjah. tiba - tiba ada cahaya yang sangat terang dari salah satu kubur mereka. Aku pun berhenti dan berpikir sejenak, lalu terdengarlah suara yang keras " Hai Sufyan ! berpuasalah sepuluh awal bulan Dzulhijjah, kalau ingin di beri sinar terang seperti ini".

 Dalam kisah yang lain di sebutkan :
  Abu Yusuf Ya'qub bin Yusuf berkata " Dulu aku mempunyai seorang teman yang wara'dan bertaqwa, akan tetapi ia terlihat di mata masyarakat sebagai seorang yang selalu melakukan perbuatan fasik dan durhaka. Ia memakai pakaian yang membuatnya fasik dan durhaka dan juga memiliki model rambut belah dua.  Dulu ia biasa berthawaf dika'bah bersamaku selama sepuluh tahun. Dia biasa bepuasa sehari dan berbuka sehar, sedangkan aku berpuasa setiap hari. Ia berkata kepadaku " Sesungguhnya kamu tidak mendapatkan pahala dari puasa ini karena kamu telah terbiasa melakukan puasa selamanya". Sedangkan dia melakukan puasa Dzulhijjah secara sempurna dan berada di padang pasir.
       Kemudia kami masuk ke kota Tortus, kami tinggal di sana sejenak, lalu ia meninggal dunia di sisiku di dalam bangunan tua yang tidak ada seorangpun di dalamnya. Aku keluar dari bangunan itu untuk membeli kain kafan dan minyak wangi, akan tetapi orang - orang sedang membicarakan kematian, melayat jenazah dan menyalatinya.
     Mereka berkata " Seseorang yang zuhud , ahli ibadah, wali Allah telah meninggal dunia". Akupun pergi membeli kain kafan dan minyak wangi. Ketika aku kembali, aku tidak dapat mendekati bangunan itu karena terlalu banyak orang yang bertakziah.
    Aku berkata " Maha Suci Allah ! Siapakah yang memberitahu kematiannya sampai mereka melayat jebazahnya, menyolatinya dan menangisinya".  Aku masuk kadalam bangunan itu dengan susah payah dan aku melihat ia telah terkafani dengan kain yang belum pernah aku lihat. Di atasnya  ada tulisan yang berwarna hijau " Ini adalah balasan dri tanda ridha Allah SWT terhadapnya. Ia mencintai bertemu dengan kami dan kamipun senang bertemu dengannya ".
       Kami menshlatinya dan menguburkannya di pemakaman orang muslim. Kemudian aku tertidur dan bermimpi.  Dalam mimpi aku bertemu dengannya sedang menunggang kuda hijau, berpakaian hijau, dan di tangannya ada sebuah bendera. Di belakangnya ada seorang yang tampan dengan wangi yang semerbak. Si belakangnya lagi ada dua Syaikh dan di belakangnya lagi ada seorang syeikh dan pemuda.
   Aku bertanya kepadanya " Siapakah mereka ?".
   Ia menjawab " Pemuda tampan itu adalah Nabi kita Muhammad Saw, dua orang syeikh adalah Abu Bakar dan Umar dan yang itu adalah Utsman dan Ali. Dan aku adalah pemegang bendera diantara mereka."
   "Mereka mau kemana ?" tanyaku
    Ia menjawab " Mereka mau mengunjungiku ".
  Aku bertanya lagi " Dengan apa engkau mendapatkan kemuliaan ini?".
   Ia menjawab " Dengan keridhaan Allah dan puasa 10 Dzulhijjah ".
        Lalu akupun terbangun dari tidurku dan sejak sat itu aku tidak pernah meninggalkan puasa tersebut selama hidupku. 

Comments