kisah orang suka mengadu domba




 Ibu 'Abbas meriwayatkan sebuah hadits :
  مرّ النّبى صلّى اللّه عليه وسلّم بقبران جديدان فقال إنّهما ليعذّبان وما يعذّبان فى كبير فأمّا احدهما فكان لايستنزه من البول واما الأخر فكان يمشى بالنّميمة ثمّ اخذ جريدة رطبة فشقّها نصفين وغرز فى كلّ قبر واحدة فقالوا يا رسول اللّه لم صنعت هذا فقال لعلّه ان يخفّف عنهما مالم ييبسا
 " Nabi Saw berjalan melewati dua kubur yang masih baru, lantas beliau bersabda " Sesungguhnya keduanya sedang di siksa dan keduanya itu disiksa bukan karena masalah besar. Salah seorang diantara keduanya itu tidak bersih sewaktu bersuci dari kencingnya, sedangkan seorang lagi biasa kesana kemari untuk mengadu domba.  Kemudian beliau mengambil dahan pohon yang hijau, lalu di belah menjadi dua dan menancapkannya pada masing - masing kubur itu satu belahan. Para sahabat bertanya " Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan ini?". Beliau bersabda " Semoga Allah meringankan keduanya selama dahan ini belum kering".
Rasulullah bersabda :
هل تدرون من شراركم قالوا اللّه ورسوله اعلم قال شراركم ذوالوجهين الذى يأتي هؤلاءبوجه وهؤلاءبوجه
  " Tahukah kamu sekalian, siapakah orang yang paling jahat diantara kamu, Para sahabat menjawab " Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui" Beliau bersabda " orang yang paling jahat diantara kamu sekalian adalah orang yang bermuka dua, yang mana ia datang kepada satu kelompok dengan muka yang satu dan datang ke kelompok yang lain dengan muka yang lain".

       Diriwatkan dari Amar bin Dinar ,  ia berkata " ada seorang penduduk kota Madinah yang mempunyai saudara perempuan diujung kota. pada ketika saudarinya sakit , ia datang untuk menjenguknya. setelah sampai di sana , saudarinya itu meninggal dunia dan ia mengurusi jenazahnya dan juga ikut menguburkannya. sesudah pengguburan selesai ia pun pulang kerumah , lalu ia teringat bahwa kantongnya jatuh kedalam kuburan sewaktu mengubur saudarinya.  ia meminta tolong seseorang untuk menggali kuburan saudarinya itu dan ia menemukan kembali kantongnya yang terjatuh. ia berkata pada si penggali itu " pulanglah kamu , aku ingin melihat apa yang terjadi pada saudariku " .
   Kemudian ia mengangkat penutup liang lahat saudarinya dan tiba - tiba terlihatlah bahwa di dalam kubur itu menyala api . kemudian ia meratakan kembali kubur saudarinya itu dan dengan segara ia pulang untuk menemui ibunya . ia berkata kepada ibunya " wahai ibu , beritahukan kepadaku apa kebiasaan yang di lakukan oleh saudariku..?"  " kenapa engkau menanyakan tentang kelakuan saudarimu padahal ia sudah meninggal ..?" .jawab ibunya. ia berkata lagi " wahai ibu , tolong ibu beritahukan kelakuannya "  .ibunya menjawab " saudarimu itu suka mengakhirkah sembahyang  dan  ia tidak bersuci dengan sempurna . ia suka pergi kerumah tetangga dan menceritakan kepada mereka apa yang ia dengar dengan maksud mengadu domba ".
    Itulah yang menyebabkan siksa kubur.
   Nabi bersabda :
 لا يدخل الجنّة قتّان
 " Orang yang suka mengadu domba tidak akan masuk surga".
  Di riwayatkan dari Hammad bin Salamah, bahwasanya ia berkata " Ada seseorang menjual budak, Ia berkata kepada pembelinya " Budak ini baik, tidak ada cacatnya, hanya saja ia suka mengadu domba". Pembeli itu menganggap ringan masalah itu, lantas ia membelinya. Setelah beberapa hari berada di rumah majikannya, budak itu berkata kepada istri majikannya " Suami tuan putri sudah tidak mencintai  tuan putri lagi, beliau ingin kawin lagi, apakah tuan putri ingin beliau tetap mencintai tuan putri ?". Istri majikan itu menjawab " Ya". Budak itu berkata " Ambillah pisau cukur untuk mencukur jenggot suami tuan putri bagian leher ketika suami tuan putri  sedang tidur". Kemudian budak itu mendatangi majikannya yang laki - laki dan berkata " Istri tuan main dengan laki - laki lain dan bermaksud untuk membunuh tuan. Apakah tuan ingin buktinya?".  Majikannya menjawab " Ya".  Budak berkata " Cobalah tuan berpura - pura tidur".
       Tidak lama setelah itu, Istrinya datang dengan pisau cukur  dengan maksud mencukur jenggot suaminya itu. Akan tetapi suaminya mengira bahwa istrinya mempunyai maksud untuk membunuhnya. Maka direbut pisau, lalu membunuh istrinya itu. Lalu kerabat istrinya datang dan membunuh suami itu dan kerabatnya pun datang . maka terjadilah pertengkaran diantara kedua belah pihak.

   Dalam kisah yang lain di sebutkan bahwa :
     Pada suatu hari nabi Musa as keluar bersama Bani Israil untuk meminta hujan sebanyak tiga kali, tetapi permintaannya belum di kabulkan Allah. Beliau bermunajat " Wahai Tuhanku! Sesungguhnya hamba - hambaMu sudah meminta hujan sebanyak tiga kali, tetapi Engkau belum mengabulkannya ". Allah pun berfirman kepadanya " Wahai Musa ! Sesungguhnya di antara mereka ada seseorang yang selalu mengadu domba dan ia bertekad untuk selalu melakukannya".
     Nabi Musa as berkata " Wahai Tuhanku ! Siapakah dia, beritahukan kepada kami agar dapat kami keluarkan dari kelompok kami ". Allah mewahyukan kepada Musa as " Wahai Musa ! Aku mencegah adu domba karena Aku sendiri tidak melakukannya".
      Kemudian mereka semua bertobat kepada Allah dan Allah pun menurunkan kembali hujan ke atas mereka.
 
 

Comments