Dlam sebuah hadits dikatakan :
يسح صائح يوم القيامة أين الذّين أكرمون الفقرآء والمساكين فى الدنيا ، أدخلوا الجنّة لاخوف عليكم ولا أنتم تحزنون
artinya : pada hari kiamat, ada seseorang yang memanggil " Dimanakah orang - orang yang telah memuliakan orang - orang fakir dan orang - orang miskin sewaktu berada di dunia.?, masuklah kedalam Surga, tidak ada ketakutan bagimu dan kegundahan bagimu .
Dihikayatkan , seorang laki - laki telah beribadah kepada Allah selama tujuh puluh tahun . Pada suatu malam ketika ia berada di tempat ibadahnya, tiba - tiba datanglah seorang wanita cantik yang meminta agar dibukakan pintu, karena malam itu adalah malam yang dingin. Akan tetapi ia tidak meliriknya dan tetap dalam beribadah. Lalu wanita itupun pergi. Ketika ia melihat wanita itu, hatinya tertarik. Kemudia ia meninggalkan ibadahnya dan mengikuti wanita itu. Ia berkata " mau pergi kemana..?. Wanita itu berkata " kemana saja tempat yang aku kehendaki". Ia berkata " Jauh sekali dari kenyataan, orang yang merdeka menjadi hamba sahaya ".
Kemudia ia menarik wanita itu dengan mengajaknya masuk ke rumah dia. Wanita itu berada di dalam tempat itu selama tujuh hari. Pada suatu ketika, laki - laki itu berpikir tentang ibadahnya sendiri. Bagaimana ia harus menjual ibadatnya selama tujuh puluh tahun dengan maksiat selama tujuh malam. Lalu ia menangis sampai pingsan . setelah ia siuman, Wanita itu berkata kepadanya " Demi Allah, Kamu tidak pernah berbuat maksiat kecuali denganku dan akupun tidak pernah berbuat maksiat kecuali denganmu. Sesunggunya pada wajahmu aku melihat kebaikan, demi Allah , aku mohon padamu apabila Allah telah membaikkan kamu , ingatlah kepadaku".
Pada malam itu laki - laki itu keluar dalam keadaan bingung. ia belindung di sebuah reruntuhan bangunan yang di dalamnya terdapat sepuluh orang yang buta. Di dekat tempat mereka tinggal seorang pendeta yang selalu mengutus seorang budak untuk memberikan sepuluh potong roti kepada mereka pada setiap malam. Budak itu mendatangi mereka dengan membawa sepuluh roti seperti biasanya. Maka laki - laki itu mengulur kedua tangannya dan mengambil sepotong roti. maka salah seorang dari mereka tidak mendapatkan jatah roti, karena mereka dengan bertambah laki - laki itu, meraka menjadi sebelas orang. Orang itu berkata " Rotiku mana..?". budak itu menjawab" Aku sudahbmembagikan sepuluh roti kepada kalian semua ". orang itu berkata " Biarlah aku bermalam dalam keadaan lapar"
Laki - laki yang berbuat maksiat itu menangis dan memberikan roti yang ada padanya kepada orang itu seraya berkata pada dirinya sendiri " Aku lebih berhak bermalam dalam keadan lapar, sesungguhnya aku adalah orang yang berbuat maksiat sedangkan dia orang yang taat kepada Allah . Maka laki - laki itu bermalam dalam keadaan lapar sehingga hampir mendekati kematian.
Kemudia Allah mengutus Malaikat Maut untuk mencabut nyawanya. Lalu malaikat rahmat dan malaikat azab berebut rohnya. Malaikat Rahmat berkata " laki - laki ini adalah orang yang lari dari dosanya dan datang dalam keadaan taat ". Malaikat Azab pun berkata " Tetapi ia juga orang yang melakukan maksiat.
Allah SWT lalu menyuruh malaikat untuk menimbang amalan ibadanya selama tujuh puluh tahun dengan maksiatnya selama tujuh malam. Lalu malaikat menimbang kedua amalan laki - laki itu, ternyata maksiat yang dia lakukan selama tujuh malam melebihi berat daripada ibadahnya selama tujuh puluh tahun. Lalu Allah mewahyukan kepada malaikat agar menimbang maksiat yang tujuh malam itu dengan sepotong roti yangbia berikan kepada orang buta itu. lalu malaikat menimbangnya dan ternyata roti itu melebihi beratnya daripada maksiat selama tujuh malam . Dengan demikian rohnya di bawa oleh malaikat rahmat dan Allah menerima taubatnya.
al majalisussaniah hal : 69
Pada malam itu laki - laki itu keluar dalam keadaan bingung. ia belindung di sebuah reruntuhan bangunan yang di dalamnya terdapat sepuluh orang yang buta. Di dekat tempat mereka tinggal seorang pendeta yang selalu mengutus seorang budak untuk memberikan sepuluh potong roti kepada mereka pada setiap malam. Budak itu mendatangi mereka dengan membawa sepuluh roti seperti biasanya. Maka laki - laki itu mengulur kedua tangannya dan mengambil sepotong roti. maka salah seorang dari mereka tidak mendapatkan jatah roti, karena mereka dengan bertambah laki - laki itu, meraka menjadi sebelas orang. Orang itu berkata " Rotiku mana..?". budak itu menjawab" Aku sudahbmembagikan sepuluh roti kepada kalian semua ". orang itu berkata " Biarlah aku bermalam dalam keadaan lapar"
Laki - laki yang berbuat maksiat itu menangis dan memberikan roti yang ada padanya kepada orang itu seraya berkata pada dirinya sendiri " Aku lebih berhak bermalam dalam keadan lapar, sesungguhnya aku adalah orang yang berbuat maksiat sedangkan dia orang yang taat kepada Allah . Maka laki - laki itu bermalam dalam keadaan lapar sehingga hampir mendekati kematian.
Kemudia Allah mengutus Malaikat Maut untuk mencabut nyawanya. Lalu malaikat rahmat dan malaikat azab berebut rohnya. Malaikat Rahmat berkata " laki - laki ini adalah orang yang lari dari dosanya dan datang dalam keadaan taat ". Malaikat Azab pun berkata " Tetapi ia juga orang yang melakukan maksiat.
Allah SWT lalu menyuruh malaikat untuk menimbang amalan ibadanya selama tujuh puluh tahun dengan maksiatnya selama tujuh malam. Lalu malaikat menimbang kedua amalan laki - laki itu, ternyata maksiat yang dia lakukan selama tujuh malam melebihi berat daripada ibadahnya selama tujuh puluh tahun. Lalu Allah mewahyukan kepada malaikat agar menimbang maksiat yang tujuh malam itu dengan sepotong roti yangbia berikan kepada orang buta itu. lalu malaikat menimbangnya dan ternyata roti itu melebihi beratnya daripada maksiat selama tujuh malam . Dengan demikian rohnya di bawa oleh malaikat rahmat dan Allah menerima taubatnya.
al majalisussaniah hal : 69

Comments
Post a Comment