kelebihan bersedekah




Dari 'aisyah, Nabi bersabda :
السّخيّ قريب من اللّه قريب من النّاس قريب من الجنّة، بعيد من النّار و البخيل بعيد من اللّه بعيد من الخلق بعيد من الجنّة ، قريب من النّار . والجاهل السّخيّ احبّ الى اللّه تعالى من العالم بخيل.
  "Dermawan dekat kepada Allah, dekat kepada manusia, dekat kepada surga dan jauh dari neraka. Orang yang kikir jauh dari Allah, jauh dari makhluk, jauh dari surga dan dekat dengan neraka. Orang bodoh yang dermawan lebih dekat disisi Allah daripada orang alim yang kikir.

Dalam hadits yang lain Nabi bersabda:
 السّخاء شجرة فى الجنّة اعضائها متدلّيات فى الدنيا من اخذ بفصن  منها قاده إلى الجنّة والبخل شجرة فى النّار اعضائها متدلّيات فى الدنيا فمن اخذ بفصن  منها قاده الى النّار
 " Dermawan adalah pohon di surga, bagian - bagianya menjuntai di dunia. Barang siapa berpegang pada dahannya maka dituntun ke surga. Dan pelit adalah pohon di neraka. Bagian - bagiannya menjuntai ke dunia. Barang siapa yang berpegang pada dahannya maka akan di tuntun ke neraka". ( kitab Mawaidh al usfuriyyah ).

       Al Faqih berkata : ayah saya pernah bercerita " Pada zaman Nabi Isa as ada seorang laki - laki yang di panggil oleh orang - orang si Mal'un , mereka memanggilnya demikian karena sifat kikirnya. pada suatu hari seorang pemuda yang hendak berperang mendatangi Mal'un dan berkata " wahai Mal'un , berilah aku sebuah senjata yang bisa menolongku dalam berperang dan dapat menolongmu dari api neraka".  akan tetapi Mal'un berpaling daripada pemuda tersebut dan tidak memberinya senjata. maka pergilah pemuda itu. lalu si Mal'un merasa menyesal dan memanggil kembali pemuda itu dan memberikan sebuah pedang kepadanya.  pemuda itu kembali dan menemui nabi Isa as , beserta nabi Isa as seorang ahli ibadah yang sudah beribadah kepada Allah SWT selama 70 tahun .  berkata nabi Isa kepada pemuda itu " من اين جئتم بهذا السيف ..؟ ( darimana kamu mendapatkan pedang ini ..?) . pemuda itu menjawab " أعطانيه الملعون (  mal'un yang memberikan pedang ini kepada saya). maka senanglah nabi Isa as atas sedekah Mal'un .

     Pada suatu hari , Mal'un sedang duduk di pintu rumahnya  lalu lewatlah nabi Isa as bersama dengan orang ahli ibadah itu , Mal'un berkata di dalam hati " saya akan berdiri dan melihat wajah nabiyullah Isa as dan wajah ahi ibadah ".  maka manakala berdirilah Mal'un dan melihat kepada wajah keduanya. berkatalah ahli obadah itu " saya akan lari dan menjauh dari Mal'un sebelum ia membakar saya dengan apinya " .
 
 Kemudian Allah SWT memberikan wahyu kepada nabi Isa as " Katakan olehmu wahai Isa kepada hambaku ini yang banyak dosa ( Mal'un) bahwa dosa - dosanya telah Aku ampuni  karena ia bersedekah pedang dan mencitai engkau  dan katakan kepada si ahli ibadah itu bahwa si Mal'un itu temanya di dalam surga ". setelah nabi Isa as menyampaikan tentang wahyu dari Allah itu , ahli ibadah berkata " Demi Allah , saya tidak ingin bersamanya di dalam surga dan tidak akan berteman denganya ". maka Allah menurukan wahyu kepada nabi Isa as  "  katakanlah kepada ahli ibadah itu , bahwa ia tidak ridha dengan keputusanKU dan ia telah menghina hambaKU . maka AKU akan menjadikan ia termasuk dalam hambaKU yang terkutuk dan termasuk ahli neraka. Aku menggantikan tempatnya di surga dengan seseorang yang berada di neraka. Aku pertempatkan ahli ibadah itu  didalam neraka dan Aku pertempatkan seseorang yang di neraka itu di dalam syurga."

 Dalam kisah yang lain di sebutkan bahwa
     Ibnu Abbas bercerita bahwa kemarau yang sangat hebat serta kelaparan pernah melanda kota madinah. Kemudian kelompok kafilah dari Syam mengunjungi 'Utsman Radhiallahu 'anhu dengan membawa persediaan. Lalu para pedagang madinah mendatangi 'Utsman dan ingin membeli persediaan makanan darinya.
      'Utsman berkata kepada mereka " Berapa kau mau mengambil keuntungan dariku". " Dua dirham untuk sepuluh makanan" Jawab mereka. "Tambahkan lagi untukku " Pinta 'Utsman.
     "Kalau begitu kami tambah menjadi empat dirham" kata mereka " Tambah lagi " Pinta 'Utsman. " Kami adalah pedagang madinah. Siapakah yang akan memberi tambahan untukmu". Tanya mereka.
       Ia menjawab " Sesungguhnya Allah SWT menambahkan setiap satu dirham dengan sepuluh kali lipat. Dan aku kan menyedekahkan  makanan ini kepada fakir di Madinah".
   Ibnu Abbas melanjutkan lagi ceritanya bahwa ia bermimpi bertemu dengan Nabi Saw seraya menunggang keledai berwarna putih. Di atasnya terdapat pakaian sutra yang terbuat dari cahaya. Beliau Saw terlihat terburu - buru.  Aku berkata kepadanya " Ya Rasulullah ! Se sungguhnya aku rindu kepada Engkau". Beliau berkata " Wahai Ibnu Abbas ! Sesungguhnya Utsman telah bersedekah dan Allah menerimanya serta menikahkannya sebagai seorang pengantin, kita di undang dalam walimah pernikahannya"




Comments