fadhilah berusaha



Jabir bin Abdullah ra meriwayatkan dari Rasulullah saw :
  ما فتح الرجل على نفسه باب مسئلة الّا فتح اللّه عليه باب الفقر ومن يستعفف يعفّه اللّه ومن يتغن يغنه اللّه لان يأخذ احدكم جبلا فيعمد الى هذا الوادى فيحتطب فيه ثمّ يأتي سوقكم هذا فيبيعه بمدّ من تمر لكن خيرا له من ان يسأل النّاس اعطوه او منعوه
artinya : Tidak ada seorang yang membuka jalan atas dirinya untuk meminta - minta, melainkan Allah membukakan pintu kemiskinan atas dirinya. Barang siapa yang menjaga kehormatan dirinya, maka Allah akan menjaganya. Dan barang siapa mencukupkan dirinya, Maka Allah akan mencukupkan dirnya.  Sesungguhnya bila seseorang diantara kamu mengambil tali, lalu pergi ke lembah ini untuk mengikat kayu, kemudian ia membawanya ke pasar untuk di jual dengan satu mud kurma  niscya lebih baik baginya dari pada meminta - minta kepada orang - orang, baik mereka memberinya atau menolaknya".

Dari Anas bin Malik, diriwayatkan sebagai berikut :
   Ada seseorang datang kepada Nabi Saw lalu ia meminta sesuatu untuk kebutuhannya. Rasulullah bertanya kepada orang itu " Apakah engkau mempunyai sesuatu di rumahmu?". Ia menjawab " Ada wahai Rasulullah, tikar yang sudah robek sebagiannya, kami duduk dan tidur disitu, sebagian untuk alas dan sebagian untuk selimut. yang satu lagi untuk makan, minum dan membersihkan kepala kami". Rasulullah bersabda " Bawalah keduanya kemari". Kemudian ia mengambil kedua tikarnya. Lalu Nabi memegang keduanya dengan tangan beliau sambil berkata " Siapa yang mau membeli dua tikar ini ?". Seorang berkata " saya akan membeli keduanya dengan satu dirham". Beliau bertanya " Adakah yang mau membeli lebih dari satu dirham?". Seseorang yang lain menyahut " Saya akan membelinya dengan dua dirham". Lalu Rasulullah memberikan kedua tikar itu kepadanya dan menerima uang dua dirham. Kemudian ia memberikannya kepada empunya tikar seraya berkata" Satu dirham untuk membeli makanan kepada keluargamu dan bawalah pulang, sedangkan satu dirham untuk membeli kapak dan bawalah kemari". Kemudian ia pergi dan kembali dengan membawa kapak. Kemudian Rasulullah membuatkan gagang untuk kapak itu lantas beliau bersabda " Pergilah untuk mencari kayu dan juallah ! Aku tidak ingin melihat kamu selama lima belas hari". Kemudian ia pergi dan ia memperoleh sepuluh dirham, dimana sebagiannya ia beli makanan dan sebagian ia beli pakaian. Kemudian Rasulullah berkata kepadanya " Bukankah pekerjaan ini lebih baik bagimu, daripada nanti pada hari kiamat kamu datang sedangkan perbuatan meminta - mintamu akan menjadi noda hitam di mukamu yang tidak bisa dihapus kecuali dengan api neraka".

   Al Faqih berkata " Hamzah bin Muhammad menceritakan kepada kami , Abu Qasim Ahmad bin Ham menceritakan kepada kami dari Nushair bin yahya . ia bekata :salah seorang sahabat kami menceritakan bahwa  Nabi Daud as keluar ia hal keadaan menyamar dan menanyakan tentang perilakunya kepada penduduk negeri. maka datanglah malaikat jibril dalam rupa manusia , lalu nabi Daud as bertanya kepadanya " wahai anak muda , bagaimana pendapatmu tentang Daud as ..?" .  jibril menjawab " beliu adalah hamba yang baik , hanya ada satu sifat yang kurang baik".  " apakah  sifat itu..?" tanya nabi Daud . Jibril menjawab " ia memakan dari harta baitul mal orang muslimin. padahal Allah SWT sangat mencintai hambanya yang makan dari hasil jerih payahnya sendiri " .

  Kemudian Nabi Daud as kembali ke mihrabnya  hal keadaan menangis dan merendahkan diri , dan nabi Daud as berdoa " ya Allah ajarkanlah kepadaku suatu pekerjaan yang bisa aku lakukan sehingga aku tidak mengambil lagi harta dari baitul mal ."
  lalu Allah mengajari nabi Daud as bagaimana cara membuat baju besi untuk berperang dan melunakkan besi , sehingga sebuah besi yang ada pada tangan nabi Daud as seperti sebuah adonan .  apabila sudah selesai melayani kebutuhan rakyat dan keluarganya , beliau membuat baju besi dan menjualnya. beliau mencari nafakah untuk diri dan keluarganya dengan cara ini.
 
     Hisyam meriwayatkan  dari Urwah dari ayahnya  dari 'Aisya ra dimana ia berkata " Sulaiman bin Daud as biasa berkhutbah di atas mimbar, sedangkan tangannya memegang janur untuk membuat keranjang belanja atau kerajinan tangan lainnya. Apabila sudah jadi, maka beliau memberikannya kepada seseorang untuk menjualnya".
 
    Ada seseorang bertanya kepada seorang cendikiawan " Apakah usaha yang paling baik ?".   Ia menjawab " Sebaik - baik usaha dunia adalah mencari rezeki yang halal untuk menutupi  segala kebutuhan hidup dan menjadikannya untuk persiapan ibadah dan mendahulukan keutamaan bekal untuk kiamat.  Sedangkan sebaik - baik usaha akhirat adalah ilmu yang di amalkan dan di sebar luaskan, amal salih yang kamu utamakan dan sunnah Rasul yang kamu hidupkan " .
     Sewaktu di tanya " Apakah usaha yang paling buruk ?". Ia menjawab " Seburuk - buruk usaha dunia adalah mengumpulkan harta dengan jalan yang haram, membelanjakannya dalam kemaksiatan dan bagi orang yang tidak taat kepada Allah yang telah menciptakannya. Sedangkan seburuk - buruk usaha akhirat adalah kebenaran yang kita ingkari dengan dengki, maksiat yang di lakukan terus menerus dan kebiasaan buruk yang kamu hidup - hidupkan dengan melawan Allah".

Comments