ketika fir'aun takut jikalau kaumnya beriman kepada nabiyullah musa as maka ia ingin membuat sesuatu yang dapat memperkuat kekuasaan dan mengukuhkan kemuliaannya . kemudian ia memerintahkan menterinya yang bernama haman untuk membangun sebuah istana . lalu haman memerintahkan untuk mengumpulkan bata , kapur dan kebutuhan lain lainnya seperti kayu dan sebagainya. dalam proses pembuatan istana itu , haman mengumpulkan para pekerja dalam jumlah mencapai 50.000 orang tanpa menghitung budak dan pelayan. pembangunan istana fir'aun memakan waktu hampir 70 tahun lamanya. bangunan istana itu sangat tinggi dan belum pernah ada yang menyamainya semenjak di ciptakan langit dan bumi . haman membuatnya sesuai dengan kemauan fir'aun
Setelah selesai dibuat fir'aun memperlihatkan istana itu kepada nabi musa as , kemudian Allah menurunkan wahyu kepadanya " wahai musa , biarkanlah , karena sesungguhnya Aku akan merobohkan istana itu dalam sekejap " . lalu fir'aun naik ke atas istana dengan beberapa kasim miliknya . mereka memanah kearah langit dengan anak panah dan anak panah itu kembali lagi dengan berlumuran darah . mereka berkata " kami telah membunuh tuhannya musa " . kemudian Allah memerintahkan malaikat jibril untuk meruntuhkan bangunan tersebut . dan jibrilpun meruntuhkan istana fir'aun dengan sayapnya . maka runtuhlah istana itu menjadi tiga bagian
1. satu bagian jatuh kedasar laut
2. satu bagian jatuh ke india
3. satu bagian jatuh ke maroko
dalam riwayat yang lain, satu bagian istana jatuh menimpa kaumnya sendiri dan membunuh beribu - ribu manusia. dan dalam riwayat yang lain mengatakan semua orang yang ikut bekerja membangun istana itu , mereka semua mati tenggelam di dasar laut, terbakar atau mengidap penyakit .
peristiwa penghancuran istana fir'aun terjadi diantara terbitnya fajar dan terbitnya matahari . ketika fir'aun melihat dan mengetahui kehancuran istananya , maka fir'aun memerintahkan pasukannya untuk memerangi nabi Musa as, maka terjadilah perperangan diantara mereka berdua. Allah mengujinya dengan sembilan ayat, tongkat, tangan bercahaya, taufan, belalang, kutu, katak, darah, kehancuran dan terbelahnya lautan. Semua ujian itu tidak dapat dipikirkan secara akal sehat. Semuanya terdapat dalam tafsir - tafsir dan lainnya.
Setelah selesai dibuat fir'aun memperlihatkan istana itu kepada nabi musa as , kemudian Allah menurunkan wahyu kepadanya " wahai musa , biarkanlah , karena sesungguhnya Aku akan merobohkan istana itu dalam sekejap " . lalu fir'aun naik ke atas istana dengan beberapa kasim miliknya . mereka memanah kearah langit dengan anak panah dan anak panah itu kembali lagi dengan berlumuran darah . mereka berkata " kami telah membunuh tuhannya musa " . kemudian Allah memerintahkan malaikat jibril untuk meruntuhkan bangunan tersebut . dan jibrilpun meruntuhkan istana fir'aun dengan sayapnya . maka runtuhlah istana itu menjadi tiga bagian
1. satu bagian jatuh kedasar laut
2. satu bagian jatuh ke india
3. satu bagian jatuh ke maroko
dalam riwayat yang lain, satu bagian istana jatuh menimpa kaumnya sendiri dan membunuh beribu - ribu manusia. dan dalam riwayat yang lain mengatakan semua orang yang ikut bekerja membangun istana itu , mereka semua mati tenggelam di dasar laut, terbakar atau mengidap penyakit .
peristiwa penghancuran istana fir'aun terjadi diantara terbitnya fajar dan terbitnya matahari . ketika fir'aun melihat dan mengetahui kehancuran istananya , maka fir'aun memerintahkan pasukannya untuk memerangi nabi Musa as, maka terjadilah perperangan diantara mereka berdua. Allah mengujinya dengan sembilan ayat, tongkat, tangan bercahaya, taufan, belalang, kutu, katak, darah, kehancuran dan terbelahnya lautan. Semua ujian itu tidak dapat dipikirkan secara akal sehat. Semuanya terdapat dalam tafsir - tafsir dan lainnya.

Comments
Post a Comment