Pada zaman dahulu, hiduplah seseorang yang suka menipu. dan orang - orang memanggilnya seorang penipu. kebiasaanya adalah menipu orang di pasar. pada suatu haari dia mendatangi seseorang yang tidak ia kenal , lalu ia mengucapkan salam dan menjabat tanganya. maka ia berkata " wahai saudara ,engkau adalah teman ayah saya dan pada hari ini saya ingin menyambut anda untuk menjadi tamu saya". orang itu berkata " saya tidak mengenal anda dan juga tidak mengenal orang tuamu" . " sungguh...! anda adalah teman dari ayah saya , mungkin anda sudah lupa akan tetapi saya tidak pernah melupakannya" jawab penipu itu. kata orang itu " tidak apa2 biar aku menjadi tamu Allah saja ".
Maka mereka memasuki warung , lalu si penipu itu mengambil roti dan beberapa makanan yang lain. ketahuilah , adat pada negeri tersebut , para pembeli tidak harus membayar kecuali sesudah selesai makan. ketika makanan tinggal sesuap , penipu itu keluar pura - pura akan kencing. ketika tamu itu hendak keluar pula maka tiba - tiba pemilik warung menahannya dan meminta untuk membayar makanannya. lalu tamu itu berkata " saya adalah tamu si pulan " . jawab pemilik warung " saya tidak mau tau siapa yang menjadi tamu dan siap a yang menerima tamu , akan tetapi anda harus membayar makanannya ".
Benginilah kebiasan penipu tersebut, selama hidupnya ia selalu menipu . pada suatu hari ia jatuh sakit dan akan meninggal dunia ia memberi upah kepada dua orang , masing - masing satu dinar dan memberikan sebuah perintah kepada mereka " jika nanti saya meninggal dunia , katakanlah di belakang jenazahku : Laki - laki ini adalah orang yang shaleh dan selalu berbuat baik . dan kalian berdua jangann meninggalkan aku sehingga penguburan atasku selesai.
Ketika ia meninggal dunia , dua orang tersebut mengikuti dibelakang jenazahnya dan berkata " laki - laki ini adalah orang yang shaleh yang banyak berbuat kebaikan " mereka mengatakan itu hingga penguburan selesai .
sesudah dikuburkan datalah dua malaikat untuk meminta pertanggung jawaban si penipu itu selama hidup di dunia ini. tiba2 terdengarlah sebuah suara " wahai malaikat tinggalkanlah hambaKU . ia selama hidupnya memang selalu menipu. akan tetapi ia telah diampuni karena dua orang meskipun mereka upahan " .
Dalam kisah yang lain di sebutkan bahwa :
Ada seorang yang termasuk pejuang dalam peperangan di jalan Allah sedang mengejar seekor keledai untuk membunuhnya dengan menunggang kuda. Akan tetapi kudanya selalu menjauh dari keledai itu. Kemudian ia mengejar lagi dan ketika ia sudah mendekati keledai, kudanya menjauh lagi. Ia tetap mengejar sampai beberapa kali, tapi kejadiannya tetap sama, kudanya tetap menjauh di saat mendekati keledai itu.
Kemudian ia pulang dengan perasaan sedih karena tidak mendapatkan buruannya itu serta tingkah kudanya yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Setelah itu ia tidur dengan bersandar di sebuah tiang kemahnya, sedangkan kudanya berdiri di depannya. Dalam tidurnya, ia bermimpi seakan - akan kudanya berbicara " Apakah engkau mencelaku atas kelakuanku tadi. Kemarin engkau membeli makananku dengan uang palsu ". Di saat ia terjaga, ia segera menuju penjual makanan untuk menggantikan uang palsu dengan yang asli.

Comments
Post a Comment