cerita Abu Mansur




  وحكى عن منصور بن عمار
 
  Pada musim haji aku tinggal pada sebuah jalan dari pada jlan - jalan di kota kuffah .pada suatu malam yang gelap aku berjalan untuk menunaikan hajatku , ketika melewati sebuah rumah aku mendengar seseorang berkata " الهى بعزّتك  وجلالك ما أردت بمعصيتي خلافك وما كنت لك عند المعصية جاهلاو لكن خطيئة عرضت لى و غرتى سترك المرخى علىّ و أعاننى عليها شقاوتى فاقتحمت فى المعصية بجهلى فالان  ارجو من فضلك ان تقبل عذري فوا طول حزني فى العذاب إن لم ترحمني ." wahai tuhanku demi keagunganMU dan kemuliaanMU , tiada aku bermaksud dngan maksiatku untuk menentanMU dan aku berbuat maksiat juga bukan karena kebodohanku akan tetapi karena salahku. aku lengah dan mengandalkan kemurahanMU akan menolong keadaanku. aku bodoh telah melakukan maksiat . terimalah alasanku ini . jika tidak , kesedihan yang panjang akan menyiksaku .
 begitu ia diam aku membacakan ayat al qur'an  " Hai orang - orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka . bahan bakarnya dari manusia ddan bebatuan . diatasnya para malaikat yang kejam dan sadis yang tidak pernah menolak perintah Allah . semua yang di perintahkan selalu merwka kerjakan .  lalu terdengarlah sebuah jeritan dan suara yang menggetarkan lalu berhenti. tiada aku dengar lagi suara apapun . lalu akupun menhnaikan hajatkudan aku pulanv kerumahku .
 keesokan harinya aku pada saat aku jalan- jalan , aku mendengar suara tangisan dan aku melihat orang - orang berta'ziyah . seorang wanita yang sudah tua menangis. ia adalah ibu si mayit . dan ia meratapi " semoga Allah tidak memberi pahala kepada orang - orang yang melantunkan ayat tentang azab kepda anakku , padahal anakku pada waktu itu sedang shalat malam begitu mendengar ayat tersebut ia langsung meninggal" .
    Pada malamnya aku bermimpi bertemu dengan laki lakii tersebut . aku bertanya " bagaimana Allah memperlakukanmu ...? " . ia menjawab " Allah memperlakukan saya sebagaimana Allah memperlakukan para syuhada dalam perang badar " . Bagaimana...? tanya ku.. ia menjawab " para syuhada perang badar mereka syahid dengan pedang kafir , sedangkan saya meninggal dengan pedang Allah yang maha pengampun ..
    kitab mawaid al usfiuriyyah 10.

Comments