Dari Matraf bin Abdullah bahwa ia berkata " Bila saya tidur sepanjang malam, lalu pagi hari saya merasa menyesal, itu lebih saya sukai daripada bangun untuk shalat malam, lalu paginya merasa 'ujub".
Dari Umar bjn Abdul Aziz ra bahwa apabila ia sedang khutbah, lalu khawatir timbul rasa ujub , maka ia menghentikan khutbahnya. Apabila ia sedang menulis, lalu khawatir timbul ras 'Ujub, maka ia menyobek kertas itu dan berkata " Wahai Allah ! Sesungguhnya saya berlindung kepadaMu dari kejelekan nafsuku".
dikisahkan bahwa pada suatu hari nabiullah Daud as sedang membaca kitab zabur,lalu di dalam hatinya timbul rasa ujub atau bangga terhadap dirinya disaat membaca kitab itu . ia berkata " tidak ada orang yang lebih taat daripada saya di dalam dunia ini " .
Allah subhanahuwata'ala maha mengetahui akan segala hamba - hambanya , lalu Allah memberikan wahyu kepada nabi daud as " wahai daud ..! naiklah kesebuah gunung , disana engkau akan melihat seorang yang telah beribadah kepadaku selama 700 tahun dan sia selalu memohon ampunanku atas dosa yang pernah ia kerjakan padahal ia tidak pernah melakukan dosa itu. perasaan bersalah itu timbul di karenakan pada suatu hari ia berjalan di lantai atas ( dua ) rumahnya sedangkan ibunya berjalan di bawah ( lantai dasar ) . ia menyangka bahwa ibunya itu terkena debu yang jatuh dari lantai atas akibat ia berjalan . padahal debu tersebut tidak pernah mengenai ibunya. pergilah engkau kesana dan beritahukan padanya bahwa ia telah mendapat keampunanKU . sesungguhnya laki- laki itu lebih taat beribadah daripada dirimu wahai daud .
Kemudian nabi daud as pergi kegunung itu dan disana ada seorang laki - laki yang sangat bersih dan kemuliaannya terpancar sebab ia selalu beribadah kepda Allah . ketika nabi daud as sampai , laki - laki itu sedang melakukan shalat. setelah ia shalat nabi daud mengucapkan salam kepadanya . ia menjawab dan bertanya " من أنت..؟ ( siapa engkau ?) , " saya nabi daud " . kemudian ia berkata " kalau saya mengetahui bahwa anda adalah nabi daud , sungguh saya tidak akan menjawab salam anda , karena anda telah berbuat dosa kepada Allah engkau telah bersusah payah mendaki gunung dan engkau tidak memohon ampun pada Allah. Demi Allah saya pernah berjalan di atas lantai 2 rumah saya padahal ibu saya berjalan dibawahnya. sehingga ibu saya terkena debu sebab saya berjalan .kemudian saya mengasingkan diri selama 700 tahun dan saya tiada mengetahui apakah ibu saya memurkai tau meridhai . karena itulah saya memohon kepada Allah agar mengampuni saya dan ibu meridhai saya..karwna itulah selama 700 tahun saya tiada meluangkan waktu untuk makan dan minum karena takut akan siksa Allah . sekarang pergilah karena anda telah mengganggu ibadah saya".
nabi daud as berkata " sesungguhnya Allah mengutus saya kesini untuk memberitahu kepadamu bahwa Allah telah mengampunimu dan ibumu juga meridhaimu . dan orang tuamu sedah meninggal dunia. sesunggunya ibumu tidak berada di bawah saat engkau berjalan dan dia tidak terkena debu .
ketika ia mendengar demikian , ia berkata " demi Allah , saya tidak ingin hidup lagi di dunia ini ". lalu ia bersujud dan berkata " ya Allah , dekaplah saya dalam.pangkuanMU " . kemudia laki - laki itu meninggal dunia .
Al Faqih menerangkan bahwa siapa yang ingin mematahkan perasaan ujub, maka hendaknya ia melakukan empat macam perbuatan, yaitu :
- Menyadari bahwa pertolongan itu hanya dari Allah Ta'alaa. Apabila seseorang menyadari yang demikian itu, maka ia akan selalu bersyukur dan tidak akan merasa 'ujub.
- Menyadari semua nikmat yang telah di karuniakan oleh Allah kepadanya. Apabila seseorang menyadari nikmat - nikmatnya, maka ia akan selalu bersyukur dan merasa bahwa amalnya sangat sedikit hingga tidak akan ujub.
- Merasa khawatir bila amalnya tidak di terima. Apabila ia khawatir dengan demikian maka ia tidak akan ujub.
- Mengingat dosa - dosa yang pernah ia lakukan. Apabila ia khawatir bahwa dosa - dosanya itu lebih banyak dari pahala - pahalanya, maka ia tidak akan merasa ujub. Bagaimana ssseorang akan merasa ujub, sedangkan ia sendiri tidak tahu bagaimana catatan amalnya akan di berikan nanti pada hari kiamat. seseorang boleh bergembira bila mengetahui dengan pasti catatan amalnya.

Comments
Post a Comment